KabarDermayu.com – Wacana penerapan Bahasa Prancis di seluruh jenjang pendidikan Indonesia, yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, kini menjadi sorotan utama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas wawasan budaya para siswa.
Anggota Komisi X DPR RI, Nurokhman, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, khususnya para guru, sebelum program ini diimplementasikan secara luas. Pihaknya ingin memastikan bahwa pemerintah telah melakukan kajian mendalam terkait hal ini.
“Kami sangat mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penguasaan bahasa asing, termasuk Bahasa Prancis. Ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global,” ujar Nurokhman dalam sebuah keterangan persnya.
Namun, Nurokhman juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketersediaan guru Bahasa Prancis yang kompeten dan terlatih. Tanpa guru yang memadai, implementasi kurikulum Bahasa Prancis di sekolah-sekolah akan menghadapi kendala besar.
Baca juga : Nadiem Makarim: Nasib Tom Lembong Ada di Tangan Tuhan
Oleh karena itu, Komisi X DPR RI mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), untuk segera melakukan pemetaan kebutuhan guru Bahasa Prancis di seluruh Indonesia. Pemetaan ini penting untuk mengetahui berapa banyak guru yang dibutuhkan dan di daerah mana saja kekurangan guru tersebut.
“Pemerintah harus punya data yang akurat mengenai ketersediaan guru Bahasa Prancis. Apakah jumlahnya sudah mencukupi untuk mengajar di semua jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK? Jika belum, langkah-langkah konkret apa yang akan diambil untuk mencukupi kebutuhan tersebut?” tegas Nurokhman.
Lebih lanjut, Nurokhman menyarankan agar pemerintah juga memikirkan program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi guru Bahasa Prancis yang sudah ada. Pelatihan ini perlu disesuaikan dengan perkembangan terbaru dalam metodologi pengajaran bahasa asing, agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik bagi siswa.
Selain itu, pemerintah juga perlu mempertimbangkan aspek kurikulum. Bagaimana materi Bahasa Prancis akan diintegrasikan ke dalam kurikulum yang sudah ada? Apakah akan ada mata pelajaran khusus Bahasa Prancis, ataukah akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain?
“Kurikulum harus dirancang secara matang. Materi yang diajarkan harus relevan dengan kebutuhan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, metode pengajarannya juga harus inovatif agar siswa tidak merasa bosan dan justru tertarik untuk belajar Bahasa Prancis,” jelas Nurokhman.
Nurokhman menambahkan bahwa penguasaan Bahasa Prancis tidak hanya bermanfaat untuk peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan sekolah. Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa penting di dunia diplomasi, perdagangan, dan pariwisata.
Dengan menguasai Bahasa Prancis, lulusan sekolah akan memiliki nilai tambah yang signifikan ketika bersaing di pasar kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di kancah global.
Pihak Komisi X DPR RI juga menyarankan agar pemerintah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, lembaga-lembaga pendidikan Prancis, dan organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang pendidikan bahasa. Kerja sama ini dapat membantu dalam penyediaan sumber daya, pelatihan guru, dan pertukaran budaya.
“Kami berharap pemerintah dapat segera merespons masukan ini dengan serius. Jangan sampai wacana bagus ini hanya berhenti di tataran wacana tanpa ada tindak lanjut yang konkret. Kami siap mendukung penuh setiap langkah pemerintah yang bertujuan untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” tutup Nurokhman.
Pemerintah diharapkan dapat memberikan penjelasan yang memadai mengenai kesiapan implementasi program pembelajaran Bahasa Prancis ini dalam waktu dekat. Publik perlu mengetahui langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk memastikan keberhasilan program tersebut.





