Perencanaan di Balik Pembunuhan Pengusaha Korea Selatan di Bekasi: Pisau, CCTV, dan ATM Hilang

oleh -9 Dilihat
Perencanaan di Balik Pembunuhan Pengusaha Korea Selatan di Bekasi: Pisau, CCTV, dan ATM Hilang

KabarDermayu.com – Fakta-fakta baru terus terungkap dalam kasus pembunuhan pengusaha asal Korea Selatan, Biong Can Sang (65), yang ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Polisi mengungkap aksi pembunuhan tersebut ternyata dipersiapkan secara matang. Bahkan, uang ratusan juta rupiah yang diberikan kepada eksekutor digunakan untuk membeli sepeda motor guna memantau aktivitas korban sebelum hari eksekusi.

Kapolres Bekasi Kabupaten, Komisaris Besar Polisi Sumarni, mengatakan pelaku berinisial HW menerima bayaran dari SJ yang merupakan mantan istri korban. Dari hasil penyelidikan, pembunuhan itu disepakati melalui beberapa kali pertemuan antara keduanya.

Awalnya, HW dijanjikan bayaran Rp130 juta untuk menghabisi nyawa korban. Namun, belakangan pria tersebut meminta tambahan uang hingga total yang diterima mencapai Rp139 juta.

“Pelaku HW meminta tambahan pembayaran sebesar Rp9 juta sehingga totalnya menjadi Rp 139 juta,” tuturnya, dikutip Rabu, 3 Juni 2026.

Menurutnya, sebagian uang tersebut digunakan untuk membeli kendaraan yang kemudian dipakai mengamati situasi di sekitar rumah korban.

“Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli sepeda motor guna memantau area rumah korban,” kata dia.

Setelah mengetahui kebiasaan korban, HW mulai menjalankan rencana yang telah disusun. Pada malam 26 Mei 2026 sekitar pukul 22.40 WIB, dia mendatangi rumah korban di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan.

Korban yang saat itu sedang berada di meja makan sambil membuka laptop kemudian diserang secara brutal. Polisi menyebut korban ditusuk berkali-kali menggunakan pisau buah sebelum bagian belakang kepalanya dihantam menggunakan barbel hingga meninggal dunia di lokasi.

Tak hanya merencanakan pembunuhan, pelaku juga diduga berupaya menghilangkan jejak setelah menjalankan aksinya.

Sumarni mengungkapkan HW mengambil sejumlah barang milik korban, mulai dari laptop, perangkat DVR CCTV hingga kartu ATM BCA. Namun, barang-barang tersebut tidak semuanya disimpan.

“Laptop, DVR CCTV dan pisau yang digunakan dibuang ke aliran Sungai Kalimalang,” tuturnya.

Penyidik menduga tindakan itu dilakukan untuk menghilangkan barang bukti yang berpotensi mengungkap pelaku.

Selain itu, kartu ATM korban diketahui diserahkan kepada SJ yang diduga menjadi otak pembunuhan. Sementara laptop dan perangkat DVR CCTV diminta untuk dimusnahkan.

“ATM diserahkan kepada SJ. Untuk laptop dan DVR diminta agar dimusnahkan,” katanya.

Upaya menghapus jejak tidak berhenti di situ. HW juga membakar pakaian yang dikenakannya saat melakukan pembunuhan. Barang-barang yang dimusnahkan antara lain hoodie berwarna biru, topi hitam, dan sarung tangan abu-abu.

Pakaian tersebut dibakar di dekat lokasi tempat pelaku bekerja dengan tujuan menghilangkan bukti keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Meski demikian, penyidik akhirnya berhasil mengungkap peran masing-masing tersangka. HW dan SJ ditangkap pada 29 Mei 2026 dan kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 459 dan Pasal 458 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Sebelumnya diberitakan, misteri kematian seorang warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan (Korsel) menggemparkan warga Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Pria berinisial S (66) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya dengan sejumlah luka di tubuh. Korban ditemukan pertama kali oleh putrinya sendiri pada Rabu sore, 27 Mei 2026.

Saat itu, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan tergeletak di dalam rumah. Hal itu diungkap Kapolsek Tambun Selatan Komisaris Polisi Wuryanti.

“Ya kronologinya kemarin sore jam 03.00, beliau ditemukan oleh putrinya. Sudah dalam kondisi meninggal,” kata dia, Kamis, 28 Mei 2026.

Penemuan jasad korban sontak membuat geger lingkungan sekitar. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berada seorang diri di rumah saat ditemukan. Kondisinya pun mengenaskan lantaran tubuhnya berlumuran darah.

Baca juga: Janice Tjen Bungkam Petenis Jepang: Debut Manis Birmingham Open

“Betul (korban ditemukan) sendiri di rumah. Betul (Kondisi bersimbah darah),” tuturnya.