KabarDermayu.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan musyawarah nasional (munas) alim ulama dan konferensi besar (konbes). Acara ini dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada tanggal 20 hingga 21 Juni 2026.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa komunikasi intensif telah terjalin antara PBNU dengan pihak Pondok Pesantren Al Falah sebagai tuan rumah.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh Gus-Gus dan santri di sini yang telah mempersiapkan dengan baik. Ini tentu sangat meringankan beban pengurus besar Nahdlatul Ulama,” ujar Saifullah Yusuf saat berada di Pondok Pesantren Al Falah, Kabupaten Kediri, pada hari Sabtu.
Ia menambahkan bahwa pihaknya memohon doa agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Saat ini, fokus utama adalah mematangkan seluruh persiapan teknis yang diperlukan.
Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, turut hadir bersama sejumlah pengurus PBNU lainnya, termasuk Rais ‘Aam, untuk memastikan kesiapan acara di Pesantren Al Falah.
Pihaknya bersyukur atas dukungan penuh yang diberikan oleh pihak pesantren. Sarana dan prasarana telah disiapkan dengan baik, serta dukungan lain yang krusial untuk kesuksesan kegiatan ini.
Gus Ipul berharap agar acara munas dan konbes dapat berjalan tertib dan lancar. Salah satu agenda penting yang akan dibahas dalam forum tersebut adalah persiapan muktamar PBNU yang dijadwalkan pada Agustus 2026.
“Kami memohon doa restu dari seluruh jemaah Nahdlatul Ulama dan seluruh masyarakat Indonesia agar proses menuju muktamar di bulan Agustus mendatang berjalan lancar dan penuh berkah. Hal itu adalah yang terpenting,” jelas Gus Ipul.
Ia juga menyampaikan bahwa lokasi pasti penyelenggaraan muktamar masih belum ada keputusan final. Hal ini akan menjadi salah satu topik pembahasan utama dalam munas dan konbes mendatang.
Meskipun demikian, beberapa daerah telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah muktamar. Keputusan mengenai tuan rumah akan diambil setelah pembahasan dalam munas dan konbes.
“Menyusul permintaan dari beberapa wilayah yang telah menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah muktamar, hal ini akan kami bahas pada munas dan konbes yang akan datang,” tegas Gus Ipul.
Dalam kunjungan persiapan tersebut, turut hadir Rais ‘Aam PBNU, K.H. Miftachul Akhyar, Wakil Rais ‘Aam PBNU, K.H. Anwar Iskandar, serta sejumlah pengurus PBNU lainnya.





