Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto Bantah Kenal Sony Sanjaya dan Keterlibatan Korupsi MBG

oleh -16 Dilihat
Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto Bantah Kenal Sony Sanjaya dan Keterlibatan Korupsi MBG

KabarDermayu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah keterlibatan Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu ini mencuat setelah nama Fitroh dikaitkan dengan salah satu tersangka, Sony Sanjaya, dan sebuah yayasan yang dikelolanya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa Fitroh Rohcahyanto tidak mengenal Sony Sanjaya. Ia juga menjelaskan bahwa yayasan yang terafiliasi dengan Fitroh telah berdiri sebelum program MBG diluncurkan.

Yayasan tersebut, menurut Budi, berfokus pada kegiatan sosial seperti pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fitroh Rohcahyanto sendiri tidak menerima atau mendapatkan manfaat materiil dari aktivitas yayasan tersebut.

Secara terpisah, Fitroh Rohcahyanto juga menyatakan tidak mengenal Sony Sanjaya, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang sedang diusut oleh Kejaksaan Agung.

“Saya tidak kenal secara personal dengan Sony, dan saya tidak pernah komunikasi untuk minta titik dapur, apalagi membeli titik, karena saya tidak bisnis dapur,” ujar Fitroh, menegaskan ketidak-terlibatannya.

Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator

Sementara itu, Sony Sanjaya, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), berencana mengajukan Justice Collaborator (JC) ke Kejaksaan Agung RI.

Kuasa hukum Sony Sanjaya, Krisna Murti, menyampaikan bahwa pengajuan JC ini bertujuan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam kasus korupsi MBG.

“Kita baru saja dari rutan untuk mendapatkan pernyataan daripada klien kami dimana klien kami akan menyatakan bahwa dia melakukan JC. Kenapa kita lakukan JC? Kita bukan menghindar dari permasalahan hukum tapi kita ingin mengungkap dan kooperatif mengungkap siapa-siapa saja yg terlibat di dalam program unggulan presiden ini,” ungkap Krisna pada Senin, 8 Juni 2026.

Krisna menambahkan bahwa kliennya akan menyebutkan sekitar 20 nama pihak yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

“Lebih dari 20 nama itu disebutkan, cuman klien kami bilang itu baru sebagian, karena break kita dalam pemeriksaan kemarin klien kami cukup lelah dan kami aman ada pemeriksaan lanjutan gak tau kapan penyidik mereka memberitahu kita dan akan mengungkap ya kemarin bilang baru sebagian saja nama-nama itu,” jelasnya lebih lanjut.

20 Nama Pejabat Terseret Isu Korupsi MBG

Sebuah informasi yang beredar viral di media sosial mengenai dugaan keterlibatan 20 nama petinggi dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu unggahan yang viral terdapat pada akun Thread @suzan18706, yang disertai keterangan: “Bocor halus semoga benar adanya…Isunya nama-nama ini yang terlibat korupsi MBG”.

Dalam unggahan tersebut, disebutkan beberapa nama yang diduga terlibat, termasuk Kepala BGN, Nanik S Deyang, yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Nama lain yang turut disebut adalah Patris Rumbayan (ibu Tedy), Ketua DPRD Jatim dan Jateng, Suwardi Samira, Dudung (melalui Kepala BGN), Puti Sari (Gerindra Komisi 9), D Mahari (Komisi 9), Yahya Zaini, Wihardi (Banggar), Cucun Ahmad, Ketua dan seluruh Wakil Banggar, Bima Arya (Wamendagri), Wamenaker Feri, Ahmad Riza Patria, Ketua Komisi 9, serta seluruh wakil ketua Komisi 9, kecuali Charles Honoris, dan seluruh poksi Komisi 9.

Selanjutnya, nama-nama yang juga disebut dalam unggahan tersebut adalah Dek Gam (Komisi 9), Muslim Ayu (Komisi 3), Fitroh Basori (Wakil KPK), Kajari Purwakarta, Sulvia Dewi Hapsari, Kapolres Bekasi, Kombes Sumarni, Irma Chaniago (Komisi 6), Uya Kuya (Komisi 3), Lula Kamal (PIC Menko Pangan), 2 Kolonel usulan AHY, serta gabungan asosiasi GAMBI-Kadin Makan Bergizi Indonesia.

Terkait dengan isu ini, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Apsari Dewi, secara tegas membantah keras namanya dikaitkan dengan proyek Program MBG dan terlibat dalam kasus Sony Sonjaya.