Dony Oskaria: Danantara Tak Akan Senasib 1MDB

oleh -5 Dilihat
Dony Oskaria: Danantara Tak Akan Senasib 1MDB

KabarDermayu.com – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia, Dony Oskaria, memberikan penegasan bahwa Danantara tidak akan bernasib sama dengan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Ia menjelaskan bahwa struktur kelembagaan Danantara dirancang secara berbeda untuk memitigasi risiko.

Dony Oskaria menyatakan bahwa sejak awal pembentukannya, Danantara telah menerapkan pemisahan yang tegas antara pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan aktivitas investasi. Langkah ini diambil untuk meminimalkan potensi risiko yang mungkin timbul.

Kekhawatiran sebagian masyarakat yang menyamakan Danantara dengan 1MDB muncul karena adanya konsolidasi aset BUMN yang digabungkan dengan fungsi investasi dalam satu entitas. Namun, Dony menegaskan bahwa Danantara telah didesain dengan mekanisme tata kelola yang berbeda.

Ia menjelaskan bahwa desain Danantara sejak awal telah memikirkan perlunya pemilahan risiko antara pengelolaan BUMN dan investasi. Hal ini penting karena investasi memiliki potensi kegagalan maupun keberhasilan.

Menurut Dony, tanpa pemisahan fungsi tersebut, kegagalan dalam investasi berpotensi besar untuk menyeret kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah. Padahal, BUMN merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Dony merinci bahwa Danantara memiliki dua pilar utama. Pilar pertama adalah Danantara Asset Management, yang bertugas sebagai konsolidator dan pengelola portofolio BUMN.

Pilar kedua adalah Danantara Investment Management, yang berfungsi sebagai lengan investasi. Lengan ini bertugas menempatkan dana pada proyek-proyek yang dianggap produktif.

Dony menambahkan bahwa sumber dana yang digunakan untuk investasi tidak berasal dari aset pokok BUMN. Dana tersebut justru berasal dari dividen yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan negara yang berada di bawah pengelolaan Danantara Asset Management.

Dengan demikian, dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management akan diinvestasikan kembali untuk hal-hal yang produktif. Tujuannya adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, Dony menekankan bahwa keberhasilan Danantara sangat bergantung pada kualitas pengelolaan BUMN itu sendiri. Semakin baik kinerja perusahaan-perusahaan negara, semakin besar pula dividen yang dapat dimanfaatkan.

Dividen tersebut kemudian akan digunakan untuk mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Dony menegaskan bahwa kunci keberlanjutan Danantara terletak pada pengelolaan BUMN yang baik.

“Artinya apa? Pengelolaan BUMN ini menjadi kata kunci utama untuk keberlanjutan Danantara. Kalau kita keliru mengelola BUMN-nya, Danantara-nya pasti gone. Karena kunci yang diinvestasikan adalah hasil pengelolaan BUMN-nya,” pungkas Dony.