DPR Minta Polisi Pasang Alat Sensor di Kendaraan Taktis Terkait Insiden Ojol Tewas

oleh -12 Dilihat
DPR Minta Polisi Pasang Alat Sensor di Kendaraan Taktis Terkait Insiden Ojol Tewas

KabarDermayu.com – Anggota Komisi III DPR RI, Safaruddin, mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera melengkapi kendaraan taktis (rantis) mereka dengan alat sensor. Permintaan ini disampaikan sebagai antisipasi menghadapi Pemilu 2029.

Usulan ini mengemuka dalam sebuah rapat antara Komisi III DPR dengan Wakil Kepala Polri (Wakapolri), Komjen Pol Dedi Prasetyo. Pertemuan tersebut diselenggarakan di Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada hari Rabu, 17 Juni 2026.

Safaruddin secara spesifik menyinggung sebuah insiden tragis yang terjadi pada Agustus 2025 lalu. Saat itu, seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan tewas setelah terlindas oleh kendaraan taktis saat berlangsungnya aksi demonstrasi.

“Waktu Agustus terjadi tabrak ojol itu, saya tidak tahu persis benar atau tidak, tapi yang berkembang di masyarakat adalah ada alat rantis kita yang belum dilengkapi dengan alat sensor,” ungkap Safaruddin.

Ia menjelaskan bahwa ketiadaan alat sensor tersebut diduga menjadi penyebab pengemudi rantis tidak dapat melihat keberadaan orang di depan atau di samping kendaraan mereka. Hal ini sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan lainnya.

Oleh karena itu, Safaruddin berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia menekankan pentingnya Polri untuk melakukan pengadaan alat sensor tersebut, mengingat semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu 2029.

“Maksud saya, ini menghadapi Pak, eskalasi akan meningkat terus sampai Pemilu 2029,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut. Ia khawatir jika peralatan yang memadai tidak dimiliki, justru anggota kepolisian sendiri yang akan menjadi korban di lapangan.

“Jangan sampai anggota kita jadi korban di lapangan karena ada peralatan yang tidak dilengkapi begitu Pak ya,” pungkas Safaruddin, menutup pernyataannya.