3 Tuntutan Mahasiswa yang Segera Ditindaklanjuti DPR

oleh -6 Dilihat
3 Tuntutan Mahasiswa yang Segera Ditindaklanjuti DPR

KabarDermayu.com – Pertemuan antara perwakilan mahasiswa dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Jumat, 19 Juni 2026, membuahkan hasil konkret. Berbagai tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa dalam aksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh wakil rakyat.

Audiensi yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Mercu Buana, serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa telah diterima dengan baik dan akan segera ditindaklanjuti.

Dasco menambahkan bahwa beberapa tuntutan mahasiswa bahkan langsung dikomunikasikan kepada pihak pemerintah melalui sambungan telepon selama pertemuan berlangsung. Pihak yang dihubungi antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.

“Inshaallah kita akan lanjutkan dan kita akan tindaklanjuti,” ujar Dasco usai pertemuan tersebut, menegaskan komitmen DPR.

Setelah audiensi selesai, pimpinan DPR RI yang diwakili oleh Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, bersama Dasco dan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, turun menemui massa aksi. Mereka menyampaikan hasil pertemuan kepada para mahasiswa yang berkumpul di atas mobil komando.

DPR Berjanji Cabut Status Tersangka Mahasiswa Trisakti

Salah satu poin tuntutan yang paling mendapat perhatian dari mahasiswa adalah mengenai status hukum 16 mahasiswa Universitas Trisakti. Mereka sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi demonstrasi yang memperingati 27 tahun Tragedi Trisakti di depan Balai Kota Jakarta.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyatakan bahwa DPR telah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan ini. Ia menargetkan bahwa dalam kurun waktu satu minggu ke depan, status tersangka terhadap 16 mahasiswa tersebut dapat dicabut.

“Terkait dengan mahasiswa Trisakti yang 16 orang, yang posisinya masih tersangka tapi belum diproses, tadi Ketua Komisi III sudah berkomunikasi. Dalam satu minggu ke depan, inshaallah, mahasiswa Trisakti yang 16 itu status tersangkanya akan dicabut,” jelas Saan.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan 16 mahasiswa tersebut sebagai tersangka setelah demonstrasi di depan Balai Kota Jakarta berujung ricuh. Mereka dijerat dengan beberapa pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), termasuk dugaan penghasutan, kekerasan bersama, penganiayaan, dan perlawanan terhadap petugas.

Selain itu, DPR juga memberikan perkembangan mengenai dua mahasiswa Universitas Mercu Buana yang sempat diamankan sebelum aksi demonstrasi di depan gedung DPR dimulai.

Menurut Saan, kedua mahasiswa tersebut diamankan karena kedapatan membawa bensin sebelum aksi. Namun, DPR telah memastikan bahwa kedua mahasiswa tersebut akan segera dibebaskan setelah seluruh rangkaian demonstrasi selesai.

“Karena kenapa ditahan? Karena dia membawa bensin, ditahan. Tapi malam ini, begitu bubar demo ini, dia langsung bebas,” ungkap Saan, memberikan kepastian.

Aspirasi Mahasiswa Soal Program Makan Bergizi Gratis Disampaikan Langsung ke BGN

Dalam forum audiensi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan sorotan mereka terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). DPR RI berperan memfasilitasi penyampaian aspirasi ini secara langsung kepada Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, melalui sambungan telepon.

Saan Mustopa menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi dan penelusuran anggaran, ditemukan adanya potensi efisiensi yang signifikan dalam pelaksanaan program MBG.

Menurut informasi yang diterima DPR, Badan Gizi Nasional (BGN) berpotensi melakukan penghematan hingga Rp70 triliun dari komponen anggaran yang dinilai kurang efektif.

DPR juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan dialog lanjutan secara tatap muka dengan pihak BGN. Hal ini dilakukan apabila masih terdapat pertanyaan atau masukan lebih lanjut terkait program tersebut.

“Nanti kalau teman-teman masih belum menanyakan lagi, nanti DPR akan memfasilitasi untuk berdialog secara langsung,” ujar Saan, menawarkan solusi dialog.

Keluhan Kelangkaan dan Kenaikan Harga BBM Menjadi Perhatian

Isu lain yang turut menjadi fokus perhatian mahasiswa adalah persoalan kelangkaan serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, termasuk Jakarta Barat.

Menanggapi keluhan ini, DPR langsung menghubungkan perwakilan mahasiswa dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Dalam percakapan tersebut, Bahlil dilaporkan telah mendengarkan aspirasi mahasiswa dan berjanji akan menangani persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat.

Saan menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan harga BBM, terutama terkait kenaikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Kita minta terutama yang naik tiba-tiba itu, karena juga sudah ada secara global juga ada perbaikan, itu skema terkait dengan penurunan juga nanti akan diselesaikan dalam waktu yang cepat,” kata Saan, mengindikasikan adanya solusi penurunan harga.

DPR Siap Fasilitasi Dialog Langsung Antara Mahasiswa dan Pemerintah

Selain bertindak sebagai penyalur aspirasi mahasiswa kepada kementerian terkait, DPR juga menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah.

Saan menyatakan bahwa berbagai tuntutan lain yang diajukan oleh mahasiswa akan diteruskan kepada pemerintah untuk segera ditindaklanjuti. Isu-isu yang disorot mencakup stabilitas ekonomi, stabilitas politik, evaluasi program pemerintah, nasib guru honorer, hingga penegakan supremasi sipil.

Menurutnya, seluruh aspirasi yang muncul dalam audiensi tersebut akan menjadi bahan penting untuk komunikasi DPR dengan pihak eksekutif.

“Ada guru-guru honorer dan sebagainya itu nanti akan disampaikan semua. Soal penegakan supremasi sipil juga tadi disampaikan, dan nanti kita akan langsung juga tindaklanjuti dengan pihak-pihak yang terkait,” tegas Saan.

Komitmen DPR untuk memfasilitasi dialog langsung antara mahasiswa dan pemerintah ini diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Hal ini penting untuk membahas berbagai isu krusial yang menjadi perhatian tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga masyarakat luas.