Bahlil Ungkap Biang Kerok Pemadaman Listrik Jawa: Ini Penyebabnya!

oleh -4 Dilihat
Bahlil Ungkap Biang Kerok Pemadaman Listrik Jawa: Ini Penyebabnya!

KabarDermayu.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa kualitas batu bara menjadi salah satu biang keladi utama di balik terjadinya pemadaman listrik bergilir yang sempat melanda Pulau Jawa.

Menurut Bahlil, kualitas batu bara yang tidak memenuhi standar kebutuhan PT PLN (Persero) mengharuskan penggunaan volume yang lebih besar untuk menghasilkan pasokan listrik yang memadai. Ia menekankan bahwa pasokan batu bara dengan kalori di atas 5.000 sangat krusial untuk operasional pembangkit listrik milik PLN.

Dalam penjelasannya, Bahlil memaparkan bahwa kebutuhan tahunan batu bara untuk pembangkit PLN mencapai sekitar 154 juta metrik ton (MT). Dengan adanya kewajiban pasar domestik (DMO) kepada para eksportir, PLN seharusnya dapat memperoleh pasokan hingga 180-190 juta MT dari total kebutuhan tersebut.

Namun, Bahlil menerima laporan bahwa meskipun PLN telah menerima sekitar 141 juta MT batu bara, pasokan untuk produksi listrik dilaporkan menipis pada Juni 2026. Ia merasa heran karena dari total kebutuhan 154 juta MT, baru 141 juta MT yang terpenuhi, menyisakan hanya 13 juta MT untuk separuh tahun. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar baginya.

Bahlil menekankan bahwa seharusnya PLN mampu memitigasi masalah ini sebelum berdampak luas kepada masyarakat. Ia menyayangkan situasi di mana masalah baru diatasi saat sudah mendesak, seperti air yang sudah mencapai leher baru berteriak.

Menyikapi kejadian ini, Bahlil memastikan bahwa pemerintah tidak ingin hal serupa terulang kembali. Presiden telah memberikan arahan agar fokus utama adalah memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri. Oleh karena itu, beberapa pasokan batu bara yang tadinya akan diekspor kini ditahan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Untuk mencegah terulangnya persoalan pasokan yang dapat mengganggu ketahanan energi nasional, pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap proses pengadaan batu bara bagi PLN. Bahlil juga menegaskan pentingnya transparansi dalam pengadaan batu bara dan meminta aparat penegak hukum untuk turut mengawasi agar masalah serupa tidak terus muncul setiap tahun.