KabarDermayu.com – Korban kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan, YTR (29), masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.
YTR telah menjalani beberapa operasi demi memulihkan kesehatannya pasca-penganiayaan yang diduga dilakukan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat.
Terkait penanganan medis ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa biaya pengobatan YTR tidak dapat ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Menurut Dedi Mulyadi, kondisi ini sering terjadi pada korban yang kesehatannya terganggu akibat tindak pidana.
Dedi menjelaskan berdasarkan kasus serupa yang sering ia tangani, korban tindak pidana kerap menghadapi kendala biaya medis.
Selain itu, keluarga korban juga biasanya kehilangan sumber pendapatan karena harus berhenti bekerja untuk mendampingi korban selama perawatan.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban hingga dinyatakan sembuh.
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, biaya pengobatan hingga saat ini telah mencapai sekitar Rp1 miliar.
Namun, ia juga menegaskan bahwa masyarakat yang ingin berdonasi untuk membantu keluarga korban tetap dipersilakan.
“Terhadap korban, dijamin pelayanan kesehatannya sampai sembuh. Berdasarkan catatan keuangan yang saya miliki hari ini maka dibutuhkan dalam dua minggu ini sebesar Rp1 Miliar, dan kami menyiapkannya. Tidak usah lagi cari donasi kesana kemari,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat, Jumat (26/6/2026).
“Tetapi yang mau berdonasi dipersilahkan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban,” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memastikan bahwa kehidupan keluarga korban akan tetap terjamin selama merawat korban, terutama terkait penghasilan.
“Kedua terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini dapat kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya,” jelasnya.
Dengan terpenuhinya kedua hal tersebut, Dedi berharap beban ekonomi yang dialami korban dan keluarga dapat sedikit terkurangi.
“Dua hal itu sudah terpenuhi sehingga keluarga korban dalam keadaan tenang. Minimal tenang tidak membutuhkan kebutuhan keseharian,” pungkasnya.
Kondisi Wajah Sulit Kembali Pulih
Sayangnya, harapan YTR agar wajahnya dapat kembali pulih sepenuhnya tampaknya sulit terwujud.
Tim dokter RSHS Bandung memperkirakan kondisi wajah korban akan sulit kembali seperti semula meskipun telah menjalani serangkaian operasi rekonstruksi.
Hal ini disebabkan luka terberat yang dialami korban berada di area wajah dengan tingkat kerusakan yang cukup kompleks.
“Jadi bukan kecantikan, ini adalah mengembalikan, rekonstruksi itu supaya bisa lagi mendekati. Kalau sempurna, sangat-sangat sulit,” tutur Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi.
Menurutnya, operasi yang dijalani korban bukan untuk kepentingan estetika, melainkan untuk memulihkan fungsi dan bentuk wajah agar sedekat mungkin dengan kondisi sebelum mengalami kekerasan.
(kmr)





