Dokter Meninggal Terkait Dugaan Perundungan, Kasus Terbaru dr Adrian Rantung

oleh -3 Dilihat
Dokter Meninggal Terkait Dugaan Perundungan, Kasus Terbaru dr Adrian Rantung

KabarDermayu.com – Dunia medis kembali berduka dengan meninggalnya seorang dokter muda, dr Adrian Rantung, yang diduga akibat praktik perundungan atau bullying.

dr Adrian Rantung merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Pendidikan spesialisnya ia jalani di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado.

PERINGATAN PENCETUS: Informasi berikut tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda mengalami gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran bunuh diri, segera konsultasikan masalah Anda kepada profesional seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental.

Kasus meninggalnya dr Adrian diduga kuat karena tekanan berat yang dialaminya selama menempuh pendidikan spesialis di rumah sakit tersebut.

Perlu diketahui, kasus perundungan atau bullying di lingkungan kedokteran bukanlah kali pertama terjadi. Berikut adalah beberapa kasus serupa yang melibatkan dokter hingga berujung pada tindakan bunuh diri.

3 Dokter yang Meninggal Akibat Kasus Bullying

1. dr Aulia Risma

Seorang dokter muda diduga mengakhiri hidupnya akibat perundungan yang dilakukan oleh seniornya di PPDS Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

dr Aulia Risma ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya dengan beberapa bekas suntikan. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa ia bunuh diri karena perundungan yang dialaminya.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 2024. Awalnya, pihak Undip dan keluarga membantah tudingan bunuh diri. Mereka menyatakan bahwa dr Aulia Risma sering mengeluh beratnya pendidikan yang dijalani, selain itu ia juga menderita penyakit saraf kejepit.

Namun, penyelidikan polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk alat suntik dan bekas botol Roculax, obat pereda nyeri. Seiring berjalannya waktu, Polda Jawa Tengah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah TE (Kepala Program Studi Anestesiologi FK Undip), SM (Kepala Staf Medis Prodi Anestesi Undip), dan ZY (dokter senior bagi korban).

2. dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau dr Icha

Belum lama ini, seorang dokter muda bernama dr Eliza Princila Utami Pakaenomi, atau akrab disapa dr Icha, mengalami depresi berat. Hal ini diduga setelah ia menerima intimidasi dari oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

dr Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya di rumah orang tuanya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Kasus dugaan intimidasi ini terjadi saat dr Icha sedang menangani pasien yang dipatuk ular. Ketiga oknum anggota DPRD tersebut mengaku sebagai keluarga dari korban gigitan ular.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti, termasuk dua unit telepon genggam dan sepucuk surat wasiat yang ditulis oleh dr Icha. Menanggapi kasus ini, pihak keluarga telah melaporkan empat orang, yaitu ketiga oknum anggota DPRD tersebut dan seorang dokter hewan yang diduga turut melakukan intimidasi.

Hingga kini, kasus dugaan intimidasi verbal terhadap dr Icha masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

3. dr Adrian Rantung

Kasus terbaru adalah dugaan perundungan atau bullying yang menyebabkan dokter muda bernama dr Adrian Rantung bunuh diri.

dr Adrian Rantung meninggal dunia pada Minggu, 5 Juli 2026. Kabar duka ini segera menjadi viral di media sosial.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan berbagai upaya, termasuk investigasi mendalam dan pembekuan sementara program PPDS di RSUP Kandou. Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menjelaskan bahwa kegiatan pendidikan prodi anestesi di RS Kandou dihentikan sementara selama investigasi berjalan. Namun, penangguhan ini hanya berlaku untuk kegiatan pendidikan, bukan prodinya secara keseluruhan.