Ngaku Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

oleh -5 Dilihat
Ngaku Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

KabarDermayu.com – Pelaku penyebar ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, berinisial MY (34) mengaku melakukan perbuatannya hanya karena iseng. Namun, pengakuan tersebut belum cukup untuk memuaskan pihak kepolisian.

Pihak kepolisian kini berencana untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap terduga pelaku. Langkah ini diambil untuk menggali lebih dalam mengenai motif sebenarnya di balik aksi teror yang sempat membuat geger sekolah tersebut, terutama karena terjadi pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala Unit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Selatan, Inspektur Dua Polisi Alpino De Tech, membenarkan adanya rencana pemeriksaan psikologis terhadap MY. “Betul (Dicek kejiwaan pelaku),” ujarnya pada Senin, 13 Juli 2026.

Lebih lanjut, penyidik tidak hanya mengandalkan pemeriksaan kejiwaan. Pendekatan ilmiah akan diterapkan dalam proses penyidikan ini. Psikologi forensik akan dilibatkan bersamaan dengan metode scientific crime investigation.

Tujuannya adalah untuk mengurai seluruh fakta yang ada, mulai dari motif pelaku hingga kemungkinan adanya pihak lain yang mungkin terlibat dalam aksi tersebut. “Penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik serta pendekatan ilmiah lainnya,” jelasnya.

Saat ini, MY telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 600 dan/atau Pasal 601 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Atas perbuatannya, ia terancam hukuman pidana minimal lima tahun hingga maksimal 20 tahun penjara.

Sebelumnya, kepolisian menerima laporan mengenai dugaan ancaman bom pada sekitar pukul 07.30 WIB, tepat saat kegiatan MPLS sedang berlangsung. Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera bergerak cepat untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah.

Tim penjinak bom (Jibom) dari Gegana dan Densus 88 Antiteror dikerahkan untuk memeriksa berbagai sudut bangunan sekolah. Personel dari Dinas Perhubungan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta juga disiagakan di sekitar lokasi untuk memberikan dukungan pengamanan.