Densus 88 Selidiki Insiden SDN Srengseng Sawah, Ledakan Bukan Tindakan Terorisme

oleh -5 Dilihat
Densus 88 Selidiki Insiden SDN Srengseng Sawah, Ledakan Bukan Tindakan Terorisme

KabarDermayu.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah mengonfirmasi bahwa ancaman bom yang sempat menimbulkan kekhawatiran di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tidak termasuk dalam kategori tindak pidana terorisme.

Kepastian ini didapat setelah tim Densus 88 melakukan pendalaman mendalam terhadap berbagai aspek yang terkait dengan pelaku aksi tersebut. Pendalaman ini mencakup penelusuran motif pelaku, kemungkinan adanya sumber pendanaan, serta potensi keterkaitan dengan jaringan terorisme yang ada.

Menurut Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Komisaris Besar Polisi Mayndra Eka Wardhana, hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut belum memenuhi unsur-unsur yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana terorisme. Pernyataan ini disampaikan pada hari Senin, 13 Juli 2026.

Meskipun demikian, proses penyelidikan terhadap pria berinisial MY, yang diduga sebagai pengirim pesan ancaman bom, masih terus berlanjut. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya secara aktif mengusut motif sebenarnya di balik aksi yang sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imannudin, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengaku hanya bertindak iseng saat mengirimkan pesan ancaman tersebut. Namun, pengakuan ini belum dijadikan kesimpulan akhir oleh pihak penyidik.

“Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja,” ujar Kombes Iman, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan motif sebenarnya.

Sebelumnya, kepolisian menerima laporan mengenai dugaan ancaman bom tersebut sekitar pukul 07.30 WIB, bertepatan dengan dimulainya kegiatan MPLS. Setelah laporan diterima, petugas keamanan segera melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah untuk memastikan keamanan.

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa tim penjinak bom (Jibom) dari Gegana dan Densus 88 Antiteror dikerahkan untuk memeriksa secara detail berbagai sudut bangunan sekolah. Selain itu, personel dari Dinas Perhubungan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta juga turut disiagakan di sekitar lokasi untuk memberikan dukungan penuh dalam upaya pengamanan.