Hercules vs John Kei, Siapa Paling Berharta?

oleh -2 Dilihat
Hercules vs John Kei, Siapa Paling Berharta?

KabarDermayu.com – Hercules dan John Kei, dua nama yang lama dikenal sebagai pentolan preman di Jakarta, kerap menjadi sorotan publik. Keduanya bahkan sempat terlibat dalam perseteruan yang cukup sengit.

Melihat sepak terjang mereka yang pernah menguasai beberapa wilayah penting di ibu kota, muncul rasa penasaran di masyarakat mengenai siapa di antara Hercules atau John Kei yang memiliki kekayaan lebih besar.

Belum lama ini, nama Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules, kembali mencuat. Kali ini, ia mendapat mandat sebagai Dewan Keamanan Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI).

Penunjukan Hercules, yang memiliki latar belakang bukan dari kalangan akademisi atau politisi, dalam posisi sentral ini sempat memicu perdebatan.

Hercules, yang memiliki nama asli Rosario Marshall, awalnya dikenal sebagai sosok preman yang beroperasi di kawasan Tanah Abang pada era 1990-an. Di sana, ia dijuluki sebagai ‘Panglima Tempur’.

Namun, perlu dicatat bahwa Hercules bukanlah satu-satunya penguasa di Tanah Abang. Ada kelompok-kelompok lain yang juga bersaing memperebutkan lahan, salah satunya adalah kelompok yang dipimpin oleh John Kei.

Konflik antar kelompok ini bahkan pernah berujung pada insiden serius, seperti sengketa lahan di Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat pada tahun 2012. Peristiwa tersebut menewaskan satu orang dan menyebabkan 98 lainnya ditetapkan sebagai tersangka.

Meskipun demikian, baik Hercules maupun John Kei kini dikabarkan telah meninggalkan dunia kelam tersebut. Keduanya disebut-sebut telah beralih profesi menjadi seorang pengusaha.

Dengan rekam jejak yang panjang di dunia premanisme hingga kiprah mereka di dunia usaha, pertanyaan mengenai siapa yang lebih kaya antara Hercules dan John Kei kembali mengemuka.

Kekayaan Hercules

Setelah memutuskan untuk meninggalkan dunia hitam, Hercules mendirikan sebuah perusahaan jasa keamanan bernama PT Titu Harmoni. Perusahaan ini menjadi wadah bagi sekitar 200 mantan preman dari Tanah Abang.

Melalui perusahaan ini, Hercules yang menjabat sebagai Komisaris dilaporkan mampu meraup keuntungan hingga Rp3 miliar. Pendapatan tersebut kemudian ia putar ke dalam berbagai jenis usaha lainnya.

Usaha yang dijalani Hercules mencakup penyewaan tempat untuk pasar, pengelolaan sawah, tambak, hingga usaha perikanan. Ia juga dikabarkan mampu membiayai pendidikan keempat anaknya di luar negeri.

Selain itu, Rosario Marshall juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan membantu pondok pesantren.

Di luar bisnis pribadinya, Hercules diketahui memegang jabatan di enam lembaga berbeda. Jabatannya meliputi organisasi kemasyarakatan hingga staf ahli di salah satu anak perusahaan pemerintah.

Kekayaan John Kei

Meskipun sama-sama telah beralih dari dunia premanisme ke dunia usaha dan dikabarkan memiliki kekayaan yang berlimpah, kiprah John Kei di berbagai bidang lain tidak banyak terekspos oleh publik.

Sebelum terjun ke dunia hitam, John Kei, yang memiliki nama asli John Refra, pernah menjalani berbagai pekerjaan serabutan. Ia bahkan pernah bekerja menjaga klub malam dengan upah yang terbilang kecil, yaitu hanya Rp200 ribu.

Ketika berbagai kelompok preman mulai meninggalkan area Tanah Abang, John Kei dilaporkan langsung mendirikan bisnis pertamanya pada tahun 2000.

Perusahaan yang didirikan oleh John Kei bernama Angkatan Muda Kei (AMKEI). Bisnis ini berfokus pada jasa penarikan utang, atau yang lebih dikenal sebagai debt collector.

Saat ini, John Kei diketahui tinggal di sebuah rumah mewah yang berlokasi di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi. Di garasi rumahnya, terparkir deretan mobil mewah, termasuk BMW, Rubicon, dan Honda Jazz.

Sayangnya, informasi mengenai detail kekayaan John Kei secara rinci masih belum banyak diketahui oleh publik.

Perbandingan kekayaan antara Hercules dan John Kei sulit untuk ditentukan secara pasti. Hal ini dikarenakan minimnya informasi terverifikasi mengenai aset dan sumber pendapatan keduanya secara rinci.

Namun, berdasarkan laporan dan jejak rekam yang ada, keduanya telah berhasil membangun kerajaan bisnis setelah meninggalkan dunia premanisme, yang menunjukkan kemampuan mereka dalam beradaptasi dan meraih kesuksesan finansial.