Kementan Raih Predikat Terbaik, Rosan: Kualitas Layanan Kunci Investasi

oleh -7 Dilihat
Kementan Raih Predikat Terbaik, Rosan: Kualitas Layanan Kunci Investasi

KabarDermayu.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, memberikan penekanan penting mengenai fundamental ekonomi Indonesia. Dalam pandangannya, kualitas layanan investasi adalah pilar utama yang menentukan apakah iklim bisnis di tanah air mampu tumbuh subur dan menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Rosan dalam momentum perhelatan Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026. Menurutnya, birokrasi yang efisien dan layanan yang prima bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Semua pihak telah berkontribusi besar dalam menjaga iklim investasi. Ujung dari upaya ini adalah penciptaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat luas,” ujar Rosan pada Kamis, 17 September 2026.

Rosan menyoroti bahwa isu ketenagakerjaan merupakan tantangan jangka panjang yang harus diantisipasi dengan serius. Mengingat laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang signifikan, di mana terdapat sekitar dua juta bayi lahir setiap tahunnya, pemerintah dituntut untuk terus menciptakan peluang usaha baru.

Ia memberikan ilustrasi yang cukup gamblang mengenai urgensi tersebut. “Setiap tiga tahun, kita seolah menciptakan satu negara Singapura baru dalam hal jumlah penduduk. Oleh karena itu, investasi menjadi salah satu program prioritas utama kita sebagai jawaban atas kebutuhan lapangan kerja,” tambahnya.

Dalam ajang Anugerah Layanan Investasi 2026 tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat terbaik. Penghargaan ini menjadi indikator keberhasilan Kementan dalam membenahi sistem pelayanan mereka di sektor pertanian.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses transformasi layanan perizinan yang konsisten dilakukan melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP).

Hermanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat serta para pelaku usaha yang telah memberikan dukungan nyata. Baginya, penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan dorongan untuk meningkatkan standar kerja ke level yang lebih tinggi.

  • Digitalisasi sistem perizinan pertanian.
  • Penyederhanaan alur birokrasi untuk kepastian usaha.
  • Penguatan kepercayaan pelaku usaha terhadap sektor pertanian.

Lebih lanjut, Hermanto menjelaskan bahwa transformasi layanan yang dilakukan Kementan berfokus pada kemudahan akses. Dengan adanya digitalisasi dan penyederhanaan proses, diharapkan para pelaku usaha mendapatkan kepastian hukum yang lebih baik.

“Penguatan pelayanan ini sejalan dengan langkah PVTPP dalam melakukan transformasi. Kami ingin memastikan bahwa sektor pertanian tidak hanya menjadi tumpuan pangan, tetapi juga destinasi investasi yang menarik dan terpercaya bagi dunia usaha,” tutup Hermanto.

Keberhasilan Kementan dalam ajang ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah-langkah strategis dalam menyederhanakan perizinan diyakini menjadi kunci utama dalam menjaga optimisme ekonomi nasional di tengah tantangan global yang dinamis.