KabarDermayu.com – Sebanyak 17 korban kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi hingga Kamis sore, 30 April 2026.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Sudirman, seusai mendampingi kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Supria Atmaja, yang menjenguk para korban.
Sudirman merinci bahwa dari 17 pasien yang masih dirawat, tiga di antaranya telah selesai menjalani operasi pada hari yang sama. Seluruh pasien yang masih berada di rumah sakit dilaporkan mengalami luka dengan tingkat keparahan sedang hingga berat.
Menurut Sudirman, kecil kemungkinan ada pasien yang bisa dipulangkan pada hari itu juga. Hal ini dikarenakan semua pasien masih memerlukan observasi lebih lanjut untuk memantau kondisi kesehatan mereka.
Ia menjelaskan bahwa pasien yang baru saja menjalani operasi biasanya memerlukan waktu perawatan sekitar satu hingga dua minggu. Sementara itu, bagi pasien yang hanya dalam masa observasi tanpa tindakan operasi, perkiraan waktu pemulangan adalah sekitar lima hingga tujuh hari.
Sebelumnya, pada Rabu, 29 April 2026, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, melaporkan bahwa total pasien yang masih dirawat di RSUD Kota Bekasi mencapai 22 orang. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) pasca menjalani operasi.
Namun, Ellya menyampaikan kabar duka bahwa satu orang pasien yang berada di ICU tidak berhasil diselamatkan nyawanya. Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya, total korban meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Kota Bekasi berjumlah tiga orang, dan jenazah mereka telah diantarkan ke keluarga masing-masing.
Baca juga di sini: Asap Kebakaran Apartemen Mediterania Capai Lantai 33, 20 Warga Dibawa ke RS
Dengan adanya tambahan satu korban meninggal dunia pada hari itu, maka total korban meninggal dunia yang tercatat di RSUD Kota Bekasi menjadi empat orang.





