Airlangga Ungkap Langkah Stabilisasi Rupiah yang Tembus Rp17.400 per Dolar AS

oleh -6 Dilihat
Airlangga Ungkap Langkah Stabilisasi Rupiah yang Tembus Rp17.400 per Dolar AS

KabarDermayu.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Selasa pagi tercatat melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.394 per dolar AS.

Merespons pelemahan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan serangkaian langkah strategis yang telah disiapkan pemerintah. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Salah satu strategi utama yang diungkapkan Airlangga adalah penguatan kerja sama pertukaran mata uang antarnegara, yang dikenal sebagai swap currency. Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan negara.

“Kita sudah mempersiapkan dengan Bank Indonesia terkait swap currency dengan China, Jepang, Korea, dan negara lain,” kata Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan strategi pembiayaan alternatif. Strategi ini mencakup penerbitan surat berharga dalam berbagai mata uang asing. Tujuannya adalah untuk memperkuat likuiditas di pasar keuangan dan secara efektif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Ke depan kita juga akan terus mempersiapkan komposisi terkait dengan tingkat hutang yang kita bisa, surat berharga yang kita bisa terbitkan yang sifatnya seperti dari China, ataupun dari Yen (Jepang) itu untuk menjaga tekanan terhadap dolar AS,” ujarnya.

Airlangga juga mengamati bahwa pelemahan rupiah ini bukan fenomena yang hanya terjadi di Indonesia. Ia menekankan bahwa banyak negara lain juga mengalami tren pelemahan serupa terhadap dolar AS.

Baca juga: Controller Steam Laris Manis dalam Setengah Jam

“Berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap dolar AS,” ungkap dia.

Ia merinci beberapa faktor yang turut memicu peningkatan permintaan dolar. Salah satunya adalah faktor musiman, seperti kebutuhan dana untuk ibadah haji. Selain itu, pembayaran dividen pada kuartal kedua tahun 2026 juga berkontribusi pada peningkatan permintaan dolar.

Tekanan eksternal lainnya yang turut memengaruhi adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS dan secara bersamaan meningkatkan permintaan terhadap aset aman atau safe haven di pasar global.

“Biasanya juga pada saat ibadah Haji, dan juga biasanya di kuartal kedua itu juga ada pembayaran dividen, jadi demand terhadap Dolar AS tinggi,” tuturnya.

Airlangga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menerapkan kebijakan yang bersifat dinamis. Kebijakan tersebut akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi global yang senantiasa berubah. Pemerintah juga akan terus fokus pada upaya mitigasi terhadap potensi risiko eksternal yang mungkin timbul.

Ia menyampaikan harapan agar koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia dapat terus diperkuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian di masa mendatang. (Ant)