Program Pemilahan Sampah Dimulai 10 Mei, Kata Gubernur Pramono

oleh -10 Dilihat
Program Pemilahan Sampah Dimulai 10 Mei, Kata Gubernur Pramono

KabarDermayu.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meluncurkan program pemilahan sampah yang dimulai pada tanggal 10 Mei 2026.

Program ini dirancang untuk dilaksanakan secara masif di seluruh lapisan masyarakat guna mengatasi permasalahan sampah yang ada di ibu kota.

“Besok tanggal 10 Jakarta akan memulai program yang secara resmi pemilahan sampah dan ini menjadi gerakan masif,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Pramono menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik secara maksimal, mengingat proporsi sampah organik yang mencapai hampir 50 persen dari total sampah di Jakarta.

Sebagai langkah awal, Pemprov DKI telah memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mengelola sampah mereka secara mandiri di masing-masing wilayah.

Sebelumnya, pengelolaan sampah di kawasan seperti Kramat Jati tidak diizinkan untuk dilakukan secara langsung oleh warga. Namun, aturan ini kini telah direvisi.

“Dulu seperti contoh di Kramat Jati tidak diizinkan untuk dikelola secara langsung, sekarang saya izinkan,” ungkap Pramono.

Beliau menambahkan bahwa pengelolaan sampah bahkan bisa dilakukan di tingkat lapangan, di mana masyarakat dapat memiliki sarana transportasi dan pengolahan sampah mereka sendiri.

Baca juga: Saham Asia Tertekan Akibat Ketegangan Iran-AS di Selat Hormuz

Gubernur berharap program pemilahan sampah ini dapat memberikan solusi yang efektif terhadap persoalan sampah yang dihadapi Jakarta.

Instruksi Gubernur (Ingub) mengenai pemilahan sampah dari rumah sendiri sebelumnya telah ditandatangani oleh Pramono.

“Saya sudah menandatangani instruksi gubernur untuk proses pemilahan (sampah),” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, pada Senin, 4 Mei 2026.

Lebih lanjut, dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan deklarasi resmi terkait pemilahan sampah di Jakarta.

Pramono menegaskan bahwa penanganan sampah di ibu kota memerlukan partisipasi aktif dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Diharapkan, gerakan pilah sampah dari rumah dapat diadopsi secara luas di seluruh wilayah Jakarta.

“Percontohan sebenarnya sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing dan sebagainya, tetapi nanti mudah-mudahan minggu depan gerakan ini menjadi gerakan yang masif dilakukan oleh semua kota administrasi yang ada di Jakarta,” ujarnya.

tvOnenews.com/Syifa Aulia