Indodax Tekankan Perlindungan Konsumen di Tengah Keterbukaan Finansial Digital

oleh -7 Dilihat
Indodax Tekankan Perlindungan Konsumen di Tengah Keterbukaan Finansial Digital

KabarDermayu.com – Industri keuangan digital di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga saat ini, sebanyak 17,17 juta pengguna telah aktif dalam platform aset keuangan digital, dengan total 77,32 juta transaksi. Hal ini menandakan bahwa industri keuangan digital Indonesia semakin matang dan siap untuk menghadapi tantangan ke depan.

Kepercayaan publik, perlindungan konsumen, dan inklusi keuangan menjadi pilar utama yang akan menentukan keberlanjutan pertumbuhan industri ini. Tanpa ketiga elemen tersebut, inovasi yang dilakukan oleh para pelaku industri akan sulit untuk bertahan dalam jangka panjang.

Menyadari hal ini, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama OJK sepakat bahwa inovasi tanpa perlindungan konsumen bukanlah sebuah pilihan yang dapat ditoleransi. Komitmen kuat ini kembali ditegaskan dalam Rapat Umum Anggota AFTECH 2026 yang baru saja digelar di Jakarta.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengungkapkan bahwa tema ‘Guarding Trust and Creating Greater Economic Impact’ yang diusung AFTECH tahun ini sangat relevan dengan kondisi industri aset digital saat ini. Ia menekankan pentingnya kepercayaan sebagai fondasi utama.

“Dalam industri aset digital, kepercayaan bukan hanya faktor pendukung, tetapi fondasi utama. Pertumbuhan industri kripto dan crypto exchange Indonesia saat ini harus diimbangi dengan perlindungan konsumen, transparansi, dan tata kelola yang kuat agar ekosistem dapat berkembang secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Aloysia.

Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir, dalam sambutannya menegaskan bahwa industri keuangan digital Indonesia kini telah memasuki fase yang lebih matang. Menurutnya, para pelaku industri tidak lagi hanya fokus pada perebutan pangsa pasar.

Fokus utama kini bergeser pada tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, dan pembangunan kepercayaan publik. Ketiga hal ini menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

Pandu juga menyoroti pentingnya membangun inovasi yang secure by design dan responsible by design. Tujuannya adalah agar perkembangan teknologi keuangan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi sektor riil dan masyarakat luas.

Ia menilai, industri digital Indonesia saat ini sedang berada di jalur pertumbuhan yang positif. Hal ini ditunjukkan dengan semakin sehatnya fondasi bisnis para pelakunya dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Senada dengan Pandu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan bahwa inovasi di sektor keuangan digital harus selalu berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen dan penguatan kepercayaan publik.

Menurutnya, pertumbuhan industri tidak boleh hanya berorientasi pada ekspansi bisnis semata. Keamanan dan keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang juga harus menjadi prioritas utama.

Friderica menambahkan bahwa teknologi seperti artificial intelligence, big data analytics, cloud computing, hingga blockchain akan semakin berperan sebagai pendukung utama. Teknologi ini akan memperluas inklusi dan efisiensi layanan keuangan digital.

Hal ini juga akan membantu menjangkau masyarakat dan pelaku usaha yang sebelumnya belum terlayani secara optimal oleh sistem keuangan konvensional.

Sebagai regulated crypto exchange di Indonesia yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK, Indodax menilai penguatan regulasi dan literasi sebagai dua elemen krusial dalam membangun industri aset digital yang lebih matang. Indodax terus berupaya memperkuat sistem keamanan dan transparansi platformnya.

Selain itu, perusahaan juga aktif mendorong edukasi melalui berbagai program literasi. Tujuannya adalah membantu masyarakat memahami potensi sekaligus risiko investasi aset kripto secara lebih bijak.

“Pada akhirnya, industri aset digital termasuk kripto bukan hanya soal teknologi atau pertumbuhan transaksi, tetapi juga tentang bagaimana membangun rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat. Kami percaya, ekosistem yang sehat hanya bisa tercipta ketika inovasi berjalan seiring dengan perlindungan konsumen, edukasi, dan tata kelola yang baik,” tambah Aloysia.

Ke depan, Aloysia optimis bahwa pertumbuhan industri aset digital Indonesia akan semakin ditentukan oleh kemampuan para pelaku industri. Kemampuan ini dalam menjaga keseimbangan antara inovasi, perlindungan konsumen, dan tata kelola yang baik akan menjadi kunci.

Baca juga: Ibrahim Arief Divonis 4 Tahun Penjara

Dengan dukungan regulasi yang semakin matang dan kolaborasi yang kuat antara regulator serta industri, Aloysia yakin ekosistem keuangan digital Indonesia akan terus berkembang secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan.