Airlangga Blak-blakan: Nasib Bunga KUR UMKM Pasca BI Rate Naik

oleh -1 Dilihat
Airlangga Blak-blakan: Nasib Bunga KUR UMKM Pasca BI Rate Naik

KabarDermayu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan kepastian mengenai nasib suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pasca kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Ia menegaskan bahwa bunga KUR akan tetap stabil di angka 6 persen per tahun.

Kepastian ini penting mengingat kenaikan BI Rate yang berpotensi memengaruhi biaya pinjaman bagi berbagai sektor, termasuk UMKM. Namun, skema subsidi yang diberikan pemerintah melalui program KUR menjadi jaminan bahwa perubahan BI Rate tidak akan secara langsung berdampak pada bunga pinjaman UMKM.

“Kenaikan BI Rate itu tidak mengubah (bunga) Kredit Usaha Rakyat yang diberikan pemerintah sebesar 6 persen,” ujar Airlangga di Gedung Smesco, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa bunga 6 persen tersebut merupakan bentuk subsidi yang dialokasikan langsung oleh pemerintah kepada para pelaku UMKM.

Dengan demikian, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga akses pembiayaan yang terjangkau bagi UMKM. Subsidi bunga KUR ini merupakan salah satu instrumen penting dalam ekosistem pembiayaan UMKM di Indonesia.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah tidak hanya mempertahankan suku bunga KUR, tetapi juga berencana untuk meningkatkan plafon penyaluran KUR, khususnya untuk sektor perumahan. Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan stimulus lebih lanjut bagi sektor tersebut.

“Dan pemerintah malah menambah Kredit Usaha Rakyat khusus misalnya untuk perumahan itu angkanya dinaikkan menjadi Rp50 triliun. Bunganya itu tetap dengan bunga dari subsidi KUR,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah program pembiayaan yang disubsidi oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk memperluas akses permodalan bagi UMKM serta sektor-sektor produktif lainnya yang membutuhkan dukungan finansial.

Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKopUKM) menunjukkan bahwa hingga tanggal 25 Juni 2026, realisasi penyaluran KUR secara nasional telah mencapai Rp143,2 triliun. Angka ini setara dengan 49,3 persen dari target penyaluran KUR tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp290 triliun.

Penyaluran KUR ini telah menjangkau sekitar 2,2 juta debitur UMKM. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 1,1 juta debitur baru yang pertama kali mendapatkan akses pembiayaan KUR, serta 511 ribu debitur yang telah berhasil naik kelas atau mengalami graduasi dari program ini.

Perhatian khusus juga diberikan pada sektor produksi. Secara nasional, porsi penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 64,1 persen. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp290 triliun. Target ini akan diarahkan untuk menjangkau 1,3 juta debitur baru dan 1,1 juta debitur yang mengalami graduasi. Selain itu, setidaknya 65 persen dari total pembiayaan tersebut diharapkan dapat tersalurkan ke sektor produksi, menegaskan fokus pada penguatan basis ekonomi riil.