Dadan Hindayana Dicopot Sepulang Haji, Pernah Ingin Buka MBG di Arab Saudi dan Dampingi Prabowo

oleh -4 Dilihat
Dadan Hindayana Dicopot Sepulang Haji, Pernah Ingin Buka MBG di Arab Saudi dan Dampingi Prabowo

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan tegas dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pemberhentian ini berlaku efektif sejak Selasa, 2 Juni 2026.

Keputusan tersebut mengakhiri masa kepemimpinan Dadan yang telah berlangsung selama kurang lebih satu setengah tahun. Selama periode tersebut, ia bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tidak hanya Dadan Hindayana, dua pejabat tinggi lainnya di BGN juga turut diberhentikan. Lodewijk Pusung dan Soni Sanjaya, yang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, juga harus mengakhiri tugas mereka.

Presiden Prabowo kemudian segera menunjuk pengganti untuk posisi strategis tersebut. Nanik S. Deyang dipercaya untuk menduduki kursi Kepala BGN yang baru.

Posisi wakil kepala pun tidak luput dari perubahan. Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono ditunjuk untuk mengisi jabatan wakil kepala BGN.

Keputusan pergantian pimpinan ini diambil setelah Presiden Prabowo melakukan evaluasi komprehensif terhadap kinerja BGN. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk tata kelola lembaga dan kepatuhan terhadap Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pergantian ini merupakan hasil dari evaluasi mendalam yang dilakukan pemerintah terhadap Badan Gizi Nasional.

“Maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo di Istana Negara pada Selasa malam, 2 Juni 2026.

Prasetyo menambahkan bahwa evaluasi pemerintah terhadap BGN meliputi berbagai aspek penting. Termasuk di dalamnya adalah penilaian terhadap pelaksanaan teknis program di lapangan.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” jelasnya lebih lanjut.

Pergantian pimpinan BGN ini terjadi hanya beberapa hari setelah Dadan Hindayana menyelesaikan ibadah hajinya di Arab Saudi. Bersama sang istri, Dadan menunaikan ibadah haji reguler setelah penantian panjang selama kurang lebih 12 tahun sejak mendaftar pada tahun 2014.

“Kita berdua sudah daftar sejak 5 Mei 2014, jadi 12 tahun menunggu dan akhirnya kita dipanggil persis di tahun ini,” ungkap Dadan saat berada di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Selama berada di Tanah Suci, Dadan Hindayana juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan sebuah gagasan inovatif.

Dadan mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diperluas penerapannya bagi anak-anak pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri. Menurutnya, ide ini telah ia sampaikan kepada Presiden Prabowo untuk dapat dipertimbangkan lebih lanjut.

“Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri),” paparnya.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, Dadan Hindayana kembali ke Indonesia. Ia tiba di Tanah Air pada Senin malam, 1 Juni 2026, bersama dengan gelombang pertama jemaah haji yang pulang dari Arab Saudi.

Tak lama setelah tiba di tanah air, Dadan langsung kembali menjalankan tugas kedinasannya. Pada Selasa pagi, ia turut mendampingi Presiden Prabowo.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta Barat. Agenda ini juga sekaligus memantau langsung pelaksanaan program MBG di SMPN 111 Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Dadan tampak hadir dan ikut menyambut kedatangan Presiden Prabowo di lokasi SPPG. Kegiatan peninjauan ini berlangsung beberapa jam sebelum pengumuman resmi mengenai pergantian pimpinan BGN disampaikan kepada publik.

Praktik Jual-Beli Titik SPPG

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan tanggapan terkait isu yang berkembang mengenai dugaan praktik jual-beli titik SPPG dalam pelaksanaan program MBG. Menurut Mensesneg Prasetyo Hadi, persoalan ini masih dalam tahap pemeriksaan internal.

“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus,” tegas Prasetyo.

Menanggapi keputusan Presiden yang mencopot dirinya dari jabatan Kepala BGN, Dadan Hindayana menyatakan sikapnya. Ia menegaskan bahwa dirinya menghormati sepenuhnya kewenangan kepala negara dalam menentukan pejabat pemerintah.

“Beliau paham betul yang terbaik,” ujar Dadan singkat.

Dadan juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kesempatan yang telah diberikan selama memimpin BGN. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada jajaran pimpinan yang baru.

Baca juga: Profil Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko, Korsel, Ceko, Afsel Bersaing Sengit

“Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru,” pungkasnya.