Destry Damayanti Bertemu Prabowo di Istana, Apa yang Dibahas?

oleh -3 Dilihat
Destry Damayanti Bertemu Prabowo di Istana, Apa yang Dibahas?

KabarDermayu.com – Pertemuan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dengan Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, di Istana Kepresidenan pada Senin, 27 Juli 2026, menjadi sorotan publik. Banyak pihak berspekulasi bahwa diskusi tersebut berkaitan erat dengan pencarian suksesor Perry Warjiyo sebagai pucuk pimpinan bank sentral Indonesia.

Namun, Destry Damayanti dengan tegas menepis isu tersebut. Ia menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan itu sama sekali tidak menyinggung soal suksesi jabatan Gubernur Bank Indonesia yang definitif.

Fokus Utama: Penguatan Sinergi KSSK

Dalam keterangannya, Destry mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarlembaga dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Menariknya, koordinasi ini kini melibatkan peran Danantara, yang memperluas cakupan sinergi kebijakan ekonomi nasional.

“Tadi kami membahas arahan dari Pak Presiden juga bahwa kami yang diundang ini KSSK ya, KSSK plus ada Danantara. Jadi intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama,” ujar Destry usai pertemuan.

KSSK sendiri merupakan forum koordinasi yang beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sinergi ini krusial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika ekonomi global yang menantang.

Sinergi Lintas Sektoral

Presiden Prabowo mengarahkan agar setiap anggota KSSK mampu menyelaraskan kebijakan masing-masing agar tidak terjadi tumpang tindih. Destry menegaskan bahwa setiap lembaga memiliki kewenangan unik, namun harus tetap dalam satu koridor untuk mendukung program pemerintah.

Pembahasan dalam rapat tersebut mencakup beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Peningkatan koordinasi kebijakan antarotoritas keuangan.
  • Sinkronisasi langkah antara BI, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan.
  • Dukungan penuh terhadap arah kebijakan strategis yang ditetapkan oleh Presiden.

Mekanisme Penggantian Gubernur BI

Menanggapi rasa penasaran publik mengenai posisi Gubernur BI, Destry menegaskan bahwa segala proses pengisian jabatan akan dilakukan secara prosedural sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia. Ia menegaskan bahwa saat ini belum ada pembahasan mengenai siapa sosok yang akan menggantikan posisi Perry Warjiyo.

Proses pemilihan Gubernur BI nantinya akan melalui tahapan formal, yakni:

  • Pembukaan proses pencalonan.
  • Seleksi kandidat.
  • Penetapan oleh Presiden setelah melalui persetujuan DPR RI.

Legitimasi Penunjukan Pjs Gubernur

Dalam kesempatan yang sama, Destry juga mengklarifikasi posisinya saat ini sebagai Pjs Gubernur BI. Ia menegaskan bahwa penunjukan dirinya merupakan amanat undang-undang yang berlaku secara otomatis jika Gubernur BI berhalangan tetap.

“Penetapan saya sebagai Pejabat Gubernur Sementara itu memang secara undang-undang menetapkan seperti itu. Apabila Gubernur berhalangan tetap, termasuk mengundurkan diri, maka Deputi Gubernur Senior akan menggantikan peran dari Gubernur itu sebagai Pejabat Gubernur Sementara,” jelas Destry.

Dengan penjelasan ini, diharapkan spekulasi liar mengenai pergantian pimpinan di tubuh otoritas moneter tersebut dapat mereda. Fokus utama pemerintah dan lembaga terkait saat ini tetap tertuju pada stabilitas ekonomi nasional melalui koordinasi KSSK yang lebih solid.