Dian Nasabah PNM Lampung: Gerakkan Perempuan Berani Berdaya

oleh -1 Dilihat
Dian Nasabah PNM Lampung: Gerakkan Perempuan Berani Berdaya

KabarDermayu.com – Ibu Dian, seorang nasabah PNM Cabang Lampung, telah membuktikan bahwa membangun usaha kuliner seperti Dapur Female bukan hanya tentang keuntungan finansial. Usahanya menjadi wadah penting untuk memberdayakan perempuan lain agar berani bangkit dan mandiri.

Dapur Female bukan sekadar tempat memasak dan menjual makanan. Tempat ini telah berkembang menjadi pusat pembelajaran dan pertumbuhan bagi banyak perempuan. Ibu Dian mengungkapkan bahwa sebagian besar karyawannya adalah nasabah PNM Mekaar, yang semakin memperkuat Dapur Female sebagai simbol pemberdayaan dan kebersamaan bagi para pengusaha ultra mikro.

“Sekitar 70 persen ibu-ibu yang bekerja di Dapur Female ini adalah nasabah PNM Mekaar,” ungkap Ibu Dian.

Kisah inspiratif Ibu Dian tidak terbatas pada lingkup usahanya. Ia pernah diundang oleh dinas setempat untuk berbagi keahlian di sebuah wilayah yang memiliki tantangan sosial tinggi. Di sana, Ibu Dian mengajarkan berbagai keterampilan, mulai dari membuat kue hingga jajanan pasar, serta memberikan panduan untuk memulai usaha kecil-kecilan.

Proses berbagi ilmu ini tidak selalu mulus. Ibu Dian mengakui adanya penolakan awal dari sebagian warga di wilayah tersebut. Namun, dengan kesabaran dan pendekatan yang tulus, ia berhasil membangun kepercayaan, yang akhirnya membuahkan hasil positif.

“Saya pernah diminta oleh dinas untuk datang ke sebuah lokasi dengan tingkat praktik tuna susila yang cukup tinggi. Di sana, saya mengajarkan apa pun yang saya bisa, seperti cara membuat kue dan jajanan pasar. Tantangannya lumayan berat karena awalnya ada penolakan, tetapi syukurlah dari kelompok itu, ada dua orang yang kini sudah memiliki toko kue sendiri,” tutur Ibu Dian.

Kedua perempuan tersebut kini telah sukses menjalankan usaha kue mereka, memproduksi berbagai jenis jajanan pasar seperti risoles dan dadar gulung. Perjalanan mereka dimulai dari berjualan menggunakan sepeda motor, dan kini telah berkembang hingga memiliki toko kue sendiri.

Melalui pendampingan yang diberikan oleh PNM, Ibu Dian menyadari bahwa dukungan untuk usaha tidak hanya sebatas pembiayaan. PNM menyediakan tiga jenis modal yang esensial bagi nasabahnya: modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. Modal finansial membantu pengembangan usaha, modal intelektual hadir melalui pelatihan dan peningkatan kapabilitas, sedangkan modal sosial tercipta melalui interaksi dalam kelompok yang mempererat hubungan, saling mendukung, dan menguatkan antar nasabah.

Pendekatan berbasis kelompok yang diterapkan dalam program PNM Mekaar juga berperan krusial dalam membangun kepercayaan diri para perempuan prasejahtera. Pertemuan kelompok bukan hanya sekadar ajang penyaluran dana, melainkan juga menjadi ruang untuk bertukar cerita, berbagi pengalaman usaha, serta mendapatkan dukungan moral dalam menghadapi berbagai rintangan kehidupan.

Dari Dapur Female di Lampung, Ibu Dian telah menunjukkan bahwa usaha ultra mikro memiliki potensi besar untuk menjadi katalisator perubahan. Perubahan ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga oleh para perempuan yang terlibat di dalamnya, yang menemukan kembali keberanian mereka untuk membangun masa depan yang lebih cerah.

PNM terus berupaya mendampingi para perempuan pengusaha ultra mikro prasejahtera melalui penyediaan pembiayaan, program pendampingan, dan penguatan jejaring sosial berbasis kelompok. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa ketika satu perempuan mampu berdaya, maka akan tercipta peluang bagi perempuan lain untuk tumbuh bersama. (LAN)