Fakta Kodam: Peluru Nyasar di Padang Identik dengan Amunisi Latihan Prajurit

oleh -4 Dilihat
Fakta Kodam: Peluru Nyasar di Padang Identik dengan Amunisi Latihan Prajurit

KabarDermayu.com – Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol telah merilis hasil investigasi terkait insiden peluru nyasar yang menimpa dua warga sipil di Universitas Negeri Padang (UNP). Hasil investigasi tersebut menunjukkan bahwa amunisi yang ditemukan pada korban memiliki kesamaan dengan jenis peluru yang digunakan oleh prajurit TNI saat latihan pada hari yang sama.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq, menyatakan bahwa amunisi berkaliber sembilan milimeter yang ditemukan pada salah satu korban sangat identik dengan amunisi latihan yang digunakan oleh Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang. Pernyataan ini disampaikan di Kota Padang pada hari Senin.

Pernyataan Kapendam ini didasarkan pada serangkaian investigasi mendalam yang telah dilakukan oleh pihak TNI. Investigasi tersebut mencakup olah tempat kejadian perkara (TKP) di lingkungan UNP serta di Lapangan Tembak Lapai. Selain itu, dilakukan pula uji proyektil untuk memastikan sumber amunisi tersebut.

Lebih lanjut, hasil investigasi yang dilakukan oleh TNI dan Kodam Tuanku Imam Bonjol menyimpulkan bahwa proyektil berukuran sembilan milimeter tersebut berasal dari senjata api jenis pistol G2 Combat. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber peluru tersebut kemungkinan besar adalah senjata api laras pendek.

Kolonel Taufiq menjelaskan bahwa selama kegiatan latihan berlangsung, personel TNI dari Yonif TP 897/Singgalang menggunakan dua jenis senjata api. Senjata-senjata tersebut terdiri dari senjata laras panjang dengan amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan senjata laras pendek jenis pistol G2 Combat.

Sebelum mengumumkan temuan ini kepada publik, tim investigasi Kodam telah melaksanakan pengujian selama dua hari. Pengujian ini meliputi aspek teoretis dan praktis di lapangan. Akhirnya, tim investigasi berhasil mencapai kesimpulan bahwa proyektil yang ditemukan menancap di kaki korban memiliki kesamaan yang kuat dengan amunisi yang digunakan oleh personel TNI saat latihan.

Menyikapi insiden tersebut, Kolonel Taufiq memastikan bahwa Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol telah mengambil langkah tegas. Lapangan Tembak Lapai ditutup untuk sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan. Selain itu, Kodam setempat juga tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk memindahkan lokasi atau tempat latihan menembak bagi para prajuritnya.

Kolonel Taufiq menambahkan bahwa keputusan mengenai pemindahan lokasi latihan tersebut tentu saja memerlukan koordinasi yang matang dengan berbagai instansi terkait, terutama dengan pemerintah daerah setempat. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan semua pihak.

Sementara itu, terkait dengan kedua korban yang terdampak insiden peluru nyasar, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menegaskan komitmennya. Pihak Kodam akan menanggung seluruh biaya yang timbul terkait pengobatan, proses penyembuhan, hingga pemulihan trauma bagi kedua korban. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan wujud komitmen TNI terhadap masyarakat, khususnya kepada para korban insiden tersebut.