KabarDermayu.com – Dunia tinju mengenal Floyd Mayweather Jr. sebagai sosok yang identik dengan kesempurnaan. Rekor 50 kemenangan tanpa kekalahan yang ia raih sepanjang karier profesionalnya masih menjadi salah satu pencapaian paling fenomenal dalam sejarah olahraga tinju.
Mayweather menutup karier gemilangnya dengan catatan sempurna 50-0. Dari jumlah tersebut, 27 kemenangan diraihnya melalui KO, dan ia berhasil mengumpulkan sembilan gelar juara dunia di berbagai kelas. Hingga saat ini, rekor impresif tersebut belum mampu ditandingi oleh petinju mana pun.
Namun, kini muncul satu nama yang mulai diperbincangkan publik tinju. Ia adalah Abel Mendoza, seorang petinju asal Texas, Amerika Serikat, yang telah mengoleksi 44 kemenangan beruntun tanpa pernah merasakan kekalahan.
Dari total 44 pertarungan profesional yang telah dijalaninya, Mendoza berhasil mengakhiri 32 laga dengan kemenangan KO. Catatan ini menempatkannya sebagai salah satu petinju aktif dengan rekor tak terkalahkan terbaik saat ini.
Kemenangan terbarunya diraih di Dallas, Texas. Dalam laga tersebut, petinju berusia 30 tahun ini berhasil mengalahkan Javier Rodriguez. Kemenangan ini tidak hanya menambah rekor tak terkalahkannya, tetapi juga membawanya merebut sabuk WBA-NABA, sekaligus semakin mendekatkan dirinya pada pencapaian legendaris Floyd Mayweather.
Secara angka, perjalanan karier Mendoza memang terlihat sangat mengesankan. Namun, di balik rekor sempurnanya tersebut, muncul berbagai pertanyaan yang membuat pencapaiannya belum sepenuhnya mendapat pengakuan luas dari publik tinju.
Laporan dari World Boxing News menyoroti kualitas lawan-lawan yang telah dihadapi Mendoza selama menjaga rekor tak terkalahkannya. Disebutkan bahwa sejumlah lawannya memiliki catatan karier yang negatif, minim aktivitas bertanding, bahkan memiliki pengalaman yang sangat terbatas di dunia tinju profesional.
Situasi ini menimbulkan keraguan, karena jalur karier Mendoza dianggap sangat berbeda jika dibandingkan dengan petinju-petinju elite lainnya. Umumnya, petinju yang memiliki jumlah kemenangan sebanyak itu sudah pernah menghadapi lawan-lawan papan atas dan bertarung di level yang jauh lebih kompetitif.
World Boxing News menuliskan, “Petinju tak terkalahkan biasanya mengikuti pola karier yang jelas ketika level lawan semakin meningkat dan tantangan menjadi lebih berat.”
Oleh karena itu, meskipun telah mengumpulkan 44 kemenangan tanpa cela, Mendoza dinilai belum bisa disandingkan dengan nama-nama besar dalam sejarah tinju yang pensiun dengan rekor sempurna. Sebelum Mendoza, legenda kelas berat Rocky Marciano menutup kariernya dengan rekor 49-0. Joe Calzaghe, petinju asal Wales, pensiun pada tahun 2008 dengan catatan 46-0. Sementara itu, Terence Crawford memutuskan pensiun setelah membukukan 42 kemenangan tanpa kekalahan.
Perbedaan mendasar dari para petinju tersebut adalah mereka mencapai rekor sempurna setelah berhasil menaklukkan lawan-lawan elite dan meraih gelar juara dunia bergengsi di level tertinggi.
Kini, Mendoza memang semakin mendekati angka keramat yang dipegang oleh Floyd Mayweather. Namun, hingga ia mampu membuktikan diri dengan mengalahkan petinju papan atas, rekor 44-0 miliknya masih akan terus dibayangi oleh tanda tanya besar.





