Harga Bitcoin Terjun Bebas: Analis Peringatkan Risiko Koreksi

oleh -6 Dilihat
Harga Bitcoin Terjun Bebas: Analis Peringatkan Risiko Koreksi

KabarDermayu.com – Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan dalam perdagangan terbaru setelah gagal bertahan di atas level penting US$75.000.

Kondisi ini membuat aset kripto terbesar di dunia tersebut melanjutkan tren pelemahan dan memicu kekhawatiran investor terhadap potensi koreksi yang lebih dalam.

Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, Bitcoin terus bergerak di zona bearish seiring meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global.

Penurunan harga juga terjadi di tengah sentimen pasar yang masih belum stabil serta aksi ambil untung dari para trader.

Bitcoin sempat turun menembus level US$74.200 sebelum akhirnya jatuh hingga di bawah US$73.000.

Harga terendah terbaru tercatat di level US$72.470 atau sekitar Rp1,29 miliar, sebelum akhirnya bergerak konsolidasi.

Saat ini, Bitcoin masih diperdagangkan di bawah level US$74.000 atau sekitar Rp1,31 miliar.

Aset kripto ini berada di bawah indikator rata-rata pergerakan sederhana 100 jam, menunjukkan tekanan bearish masih cukup kuat dalam jangka pendek.

Analis menilai, Bitcoin berpotensi mencoba bangkit apabila mampu bertahan di atas level support US$72.000 atau sekitar Rp1,28 miliar.

Namun, jalan menuju pemulihan diperkirakan tidak akan mudah karena masih ada sejumlah level resistensi penting yang harus ditembus.

“Level perlawanan terdekat berada di kisaran US$73.750 atau sekitar Rp1,31 miliar,” demikian dikutip dari TradingView, Jumat, 29 Mei 2026.

Selain itu, terbentuk pula garis tren bearish yang memperkuat tekanan di area tersebut.

Jika Bitcoin mampu menembus level US$74.500 atau sekitar Rp1,33 miliar, harga berpotensi melanjutkan kenaikan.

Kenaikan tersebut dapat menuju US$75.150 atau sekitar Rp1,33 miliar.

Bahkan, jika momentum penguatan berlanjut, Bitcoin bisa menguji level US$75.500 hingga US$76.200.

Namun sebaliknya, apabila gagal menembus area resistensi tersebut, Bitcoin diperkirakan kembali mengalami tekanan jual.

Support terdekat saat ini berada di level US$72.500 atau sekitar Rp1,29 miliar.

Sementara support utama berikutnya berada di area US$72.000.

Jika tekanan jual semakin besar, harga Bitcoin berpotensi turun menuju US$71.200 atau sekitar Rp1,27 miliar.

Bahkan analis memperingatkan Bitcoin bisa merosot hingga level US$70.500 atau sekitar Rp1,25 miliar dalam waktu dekat.

Area US$70.000 atau setara Rp1,24 miliar kini menjadi support psikologis utama yang sangat diperhatikan pelaku pasar.

Jika level tersebut jebol, pemulihan harga Bitcoin diperkirakan akan semakin sulit terjadi dalam jangka pendek.

Dari sisi indikator teknikal, Moving Average Convergence Divergence (MACD) per jam menunjukkan momentum bearish masih menguat.

Sementara indikator Relative Strength Index (RSI) untuk pasangan BTC/USD juga masih berada di bawah level 50.

Hal ini menandakan tekanan jual masih mendominasi pasar.

Kondisi ini membuat investor dan trader kripto diminta tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang masih membayangi pasar aset digital.

Pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan diperkirakan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, arus dana investor institusi, hingga perkembangan ekonomi makro dunia.

Meski begitu, sebagian analis menilai fase koreksi saat ini masih tergolong wajar.

Baca juga: Kesepakatan AS-Iran Hampir Tercapai, Namun Trump Tertahan

Koreksi ini terjadi setelah reli panjang yang sempat membawa Bitcoin mendekati level tertinggi baru dalam beberapa waktu terakhir.