KabarDermayu.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya memposisikan Indonesia sebagai destinasi wisata halal nomor satu di dunia. Upaya ini digaungkan melalui berbagai agenda strategis, salah satunya adalah penyelenggaraan Welcome Dinner yang merupakan bagian dari rangkaian acara International Islamic Expo (IIE) 2026 di Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan. Welcome Dinner ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem pariwisata ramah Muslim di Indonesia.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, menjelaskan bahwa IIE 2026 menjadi platform krusial untuk memamerkan potensi wisata halal Indonesia kepada pasar global. Hal ini sejalan dengan pencapaian gemilang Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026 di Singapura pada 18 Juni 2026, di mana Indonesia berhasil meraih peringkat kedua. Peningkatan tiga peringkat dari posisi kelima pada tahun sebelumnya menunjukkan progres positif yang signifikan.
Vinsensius menyoroti beberapa daerah di Indonesia yang menjadi andalan dalam pengembangan wisata ramah Muslim. Wilayah seperti Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, layanan pendukung, serta daya tarik destinasi yang kuat untuk menarik wisatawan Muslim.
“Target kita berikutnya tentu menjadi nomor satu dunia,” tegas Vinsensius. Untuk mencapai ambisi tersebut, Kemenparekraf terus mendorong peningkatan kualitas layanan. Fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan informasi makanan halal, fasilitas ibadah yang memadai, serta layanan tambahan di hotel dan destinasi wisata agar wisatawan Muslim merasa lebih nyaman dan terlayani dengan baik.
Pameran IIE 2026 sendiri menghadirkan 126 peserta pameran, terdiri dari 80 peserta domestik dan 46 peserta internasional dari 16 negara. Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini ditargetkan mampu menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp 115 miliar, dengan estimasi total kunjungan mencapai 18.000 orang.
Lebih lanjut, Vinsensius berharap IIE tidak hanya sekadar pameran industri halal dan perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi bagian integral dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Indonesia. Pameran ini secara khusus menampilkan berbagai destinasi wisata ramah Muslim yang dimiliki Indonesia.
Ia menambahkan bahwa pariwisata MICE merupakan salah satu produk pariwisata berkualitas tinggi. Hal ini dikarenakan wisatawan MICE cenderung memiliki tingkat pengeluaran yang lebih tinggi dibandingkan wisatawan leisure, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenparekraf memberikan token of appreciation kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan wisata halal. Apresiasi diberikan kepada perusahaan haji, umrah, dan wisata halal terpilih, asosiasi umrah dan haji di Indonesia, sponsor, serta para mitra strategis lainnya. Penghargaan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi yang telah terjalin dan mendorong peningkatan kualitas layanan yang berkelanjutan bagi jemaah haji, jemaah umrah, dan seluruh wisatawan Muslim yang berkunjung ke Indonesia.
Kementerian Pariwisata berkomitmen mengembangkan sektor tersebut sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.
Pencapaian peringkat kedua dalam GMTI Awards 2026 adalah bukti nyata bahwa Indonesia semakin diperhitungkan di kancah pariwisata halal global. Kami akan terus bekerja keras untuk melampaui pencapaian ini dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi pilihan utama bagi wisatawan Muslim di seluruh dunia.
— Vinsensius Jemadu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf
Melalui berbagai inisiatif seperti IIE 2026 dan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, Kemenparekraf optimis dapat mewujudkan visi menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata halal nomor satu di dunia.





