KabarDermayu.com – Dalam upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan kualitas layanan dan memastikan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kian responsif terhadap aspirasi masyarakat, BPJS Kesehatan mengambil langkah strategis. Peluncuran The 5th Open Call for Research Proposal 2026 dan Program Sinova (Sinergi Inovasi Bersama Pemerintah Daerah) menjadi bukti komitmen tersebut.
Inisiatif ganda ini dirancang sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan BPJS Kesehatan, para akademisi, peneliti, serta pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk merangsang lahirnya inovasi dan rekomendasi yang didukung oleh bukti ilmiah, guna memperkuat implementasi Program JKN.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menekankan krusialnya riset dan inovasi sebagai pilar utama dalam menjaga keberlanjutan Program JKN. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh peserta.
Menurutnya, kompleksitas sistem kesehatan yang terus berubah menuntut respons kebijakan yang adaptif dan didukung oleh data serta hasil penelitian yang mumpuni. BPJS Kesehatan meyakini bahwa riset dan inovasi adalah kunci transformasi layanan kesehatan.
“Berbagai tantangan yang dihadapi membutuhkan solusi yang tidak hanya adaptif, tetapi juga diperkuat dengan adanya data. Karena itu, kami terus membuka ruang kolaborasi dengan akademisi, peneliti, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Pujo.
Melalui The 5th Open Call for Research Proposal 2026, yang berlangsung dari 26 Juni hingga 17 Juli 2026, BPJS Kesehatan secara aktif mengundang perguruan tinggi, lembaga penelitian, akademisi, dan peneliti dari seluruh penjuru negeri. Ajakan ini bertujuan untuk menghasilkan kajian ilmiah yang relevan dan berkontribusi pada pengembangan Program JKN.
Topik-topik yang dikompetisikan mencakup area strategis seperti penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan partisipasi aktif peserta, pencegahan dan penanggulangan praktik fraud, serta penguatan tata kelola Program JKN.
Pujo menambahkan bahwa selama beberapa tahun terakhir, kolaborasi BPJS Kesehatan dengan dunia akademik telah membuahkan beragam hasil penelitian. Kajian-kajian ini memberikan perspektif baru yang mendalam dalam memahami kebutuhan peserta, tantangan dalam pelayanan kesehatan, hingga efektivitas berbagai kebijakan yang diterapkan di lapangan.
“Kami ingin mendorong lahirnya berbagai penelitian yang relevan dengan kebutuhan penyelenggaraan Program JKN saat ini. Hasil riset tersebut tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang aplikatif untuk meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat,” tegas Pujo.
Selain memperkuat kapasitas riset, BPJS Kesehatan juga meluncurkan Program Sinova, sebuah inisiatif Sinergi Inovasi Bersama Pemerintah Daerah. Program ini menjadi sarana kolaborasi untuk mendorong terciptanya inovasi dalam pelayanan dan tata kelola yang dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah.
Fleksibilitas Program Sinova memungkinkan pengembangan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik unik di setiap wilayah. Hal ini penting mengingat setiap daerah memiliki dinamika dan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan.
BPJS Kesehatan, sebagai organisasi yang senantiasa bertransformasi, meyakini bahwa kolaborasi lintas unit, lintas fungsi, dan lintas pemangku kepentingan adalah kunci untuk menemukan solusi yang tepat guna mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Perubahan melalui inovasi membutuhkan ruang kolaborasi yang terbuka, keberanian untuk berbagi gagasan, serta kemitraan yang saling menguatkan.
“Kami meyakini bahwa pemerintah daerah memahami karakteristik dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Ketika pengalaman tersebut dipadukan dengan kompetensi, data, dan pengalaman operasional BPJS Kesehatan, akan lahir berbagai inovasi yang lebih tepat sasaran, lebih implementatif, serta mampu memperkuat keberlanjutan Program JKN,” ujar Pujo.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengapresiasi penguatan riset dan inovasi sebagai langkah krusial untuk memastikan Program JKN tetap adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan program yang berkelanjutan memerlukan dukungan kebijakan yang kokoh, dibangun di atas fondasi data yang kuat, kajian ilmiah yang mendalam, serta pengalaman implementasi di lapangan.
Stevanus menjelaskan bahwa Open Call for Research Proposal dan Program Sinova merupakan manifestasi komitmen BPJS Kesehatan dalam membangun budaya transformasi yang berkelanjutan. Budaya ini ditopang oleh kolaborasi erat dengan berbagai elemen pemangku kepentingan.
Kolaborasi semacam ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa inovasi tidak sekadar menjadi proyek jangka pendek atau praktik baik yang terisolasi. Inovasi yang lahir harus dapat direplikasi, diperluas jangkauannya, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Program JKN merupakan program strategis yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi jutaan masyarakat Indonesia. Kami memandang bahwa inovasi merupakan hal yang wajib bagi organisasi sebesar ini, juga merupakan kebutuhan primer untuk memastikan Program JKN tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab tantangan di masa depan,” tegas Stevanus.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tidak semata-mata diukur dari kuantitas gagasan yang dihasilkan. Kriteria utama keberhasilan adalah sejauh mana inovasi tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak nyata yang positif bagi kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara BPJS Kesehatan, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, dan berbagai pihak lainnya menjadi agenda prioritas yang harus terus ditingkatkan. Sinergi ini akan menjadi motor penggerak bagi inovasi yang lebih substansial dan berdampak.
Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan juga turut merilis Buku Antologi Inovasi BPJS Kesehatan. Buku ini menghimpun berbagai praktik baik dan gagasan inovatif yang telah berhasil dikembangkan di lingkungan internal organisasi.
Publikasi ini diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi berharga dalam menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan di berbagai tingkatan organisasi. Dengan berbagi praktik baik, diharapkan dapat tercipta ekosistem inovasi yang lebih dinamis dan produktif.
Rangkaian kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan sesi olahraga Strong Nation yang dipimpin oleh Master Trainer Umar Syarief dan SYNC Agnes. Kegiatan fisik ini menjadi momen penting untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa investasi terbaik bagi sebuah organisasi tidak hanya terletak pada teknologi atau sistem, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.





