KabarDermayu.com – Perusahaan-perusahaan dari Korea Selatan kini mulai mengalihkan fokus investasi mereka ke Indonesia, dengan menargetkan sektor-sektor yang menjanjikan seperti startup kecerdasan buatan (AI), agritech, dan energi hijau.
Langkah ini menunjukkan minat yang semakin besar dari investor Korea Selatan terhadap potensi ekonomi digital dan keberlanjutan di Indonesia.
Shon Dong-Kun, Head of SK Innovation E&S Indonesia, mengungkapkan pandangannya mengenai peluang besar yang ditawarkan oleh startup muda Indonesia. Ia secara khusus menyoroti sektor teknologi hijau dan energi sebagai area yang memiliki potensi tak terbatas.
Untuk menjaring dan mengembangkan talenta muda di bidang energi dan lingkungan hidup, perusahaannya menyelenggarakan program pembinaan startup bernama MAJU:ON.
“Melalui program MAJU:ON, saya menyaksikan potensi yang tak terbatas dari para wirausahawan muda Indonesia,” ujar Shon Dong-Kun dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin, 25 Mei 2026.
Ia berharap program ini dapat berfungsi sebagai jembatan yang efektif untuk menghubungkan ekosistem industri antara Indonesia dan Korea Selatan.
Selama periode 10 bulan terakhir, program MAJU:ON telah berhasil menjaring sekitar 130 tim startup dan lebih dari 460 wirausahawan muda yang bergerak di sektor energi dan lingkungan hidup di Indonesia.
Para peserta program ini mendapatkan serangkaian pelatihan komprehensif, mulai dari kewirausahaan, kompetisi ide bisnis, hingga pendampingan intensif dalam manajemen startup.
Tahun ini, SK Innovation E&S menggelar acara puncak bertajuk “MAJU:ON Final Demo Day” di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, pada 21 Mei 2026. Acara ini menjadi wadah bagi startup lokal untuk bertemu langsung dengan investor, perwakilan pemerintah, dan pelaku industri.
Tujuannya adalah untuk membuka berbagai peluang pendanaan dan ekspansi bisnis ke pasar global bagi para startup terpilih.
Baca juga: Pria Ghana Mengaku Nabi Tertelan Ombak Saat Coba Belah Laut
Acara penting ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan berbagai kementerian, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian UMKM, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kedutaan Besar Korea di Indonesia, berbagai perguruan tinggi, serta jaringan investor dari ANGIN (Angel Investment Network Indonesia).
Program MAJU:ON merupakan salah satu inisiatif strategis perusahaan Korea Selatan untuk turut membangun ekosistem startup yang berfokus pada solusi hijau di Indonesia.
Melalui program ini, startup potensial di sektor teknologi lingkungan dan energi tidak hanya mendapatkan pelatihan bisnis dan pendampingan, tetapi juga akses langsung ke peluang investasi.
Pada sesi Demo Day, sebanyak 10 startup berkesempatan untuk mempresentasikan model bisnis inovatif mereka di hadapan para investor dan dewan juri.
Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa kriteria kunci, termasuk kualitas inovasi yang ditawarkan, potensi bisnis yang dimiliki, serta simulasi investasi yang disajikan oleh para peserta.
Tiga startup berhasil keluar sebagai pemenang utama dalam kompetisi tersebut. Mereka adalah GISACT, AIGRA, dan Lifeguards.
GISACT menduduki posisi pertama berkat platform analisis data spasialnya yang sangat berguna. Platform ini dirancang untuk mendukung pengambilan keputusan strategis di berbagai sektor, termasuk mitigasi bencana dan pengembangan pertanian.
Sementara itu, AIGRA berhasil menarik perhatian dengan teknologi berbasis AI yang dikembangkannya untuk mencegah pembusukan produk pertanian. Solusi ini berpotensi mengurangi kerugian pasca-panen secara signifikan.
Lifeguards juga unjuk gigi dengan inovasi teknologi yang diklaim mampu memperpanjang kesegaran buah dan sayuran. Teknologi ini dapat membantu mengurangi limbah makanan dan meningkatkan rantai pasok produk segar.
Sebagai pemenang utama, GISACT berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar US$4.000. AIGRA meraih hadiah US$2.500, sementara Lifeguards mendapatkan US$1.500.
Selain hadiah finansial, para startup pemenang juga mendapatkan peluang berharga untuk berpartisipasi dalam konferensi Korea-Indonesia yang dijadwalkan pada bulan September mendatang.
Konferensi ini akan menjadi ajang bagi mereka untuk memperluas jaringan global bersama para wirausahawan muda dari Korea Selatan.
Lebih lanjut, para startup terpilih juga berkesempatan untuk mengakses pinjaman bebas bunga hingga 20 juta won Korea melalui joint fund yang dibentuk oleh UD Impact dan ANGIN.
CEO GISACT, Anjar Dimara Sakti, menyambut baik program MAJU:ON. Ia menyatakan bahwa program ini sangat membantu startup tahap awal dalam mentransformasi ide menjadi model bisnis yang lebih matang dan terstruktur.
Anjar menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk investor dan pemerintah, merupakan modal penting bagi startup lokal untuk dapat menembus pasar internasional.
“Program MAJU:ON memungkinkan kami untuk mengubah ide menjadi bisnis nyata. Saya berharap pengalaman ini menjadi titik balik yang akan membawa bisnis kami ke level berikutnya,” ujar Anjar dalam keterangannya pada Senin, 25 Mei 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM, Dr. Ir. Hariyanto, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi SK Innovation E&S. Ia menilai peran perusahaan tersebut sangat penting dalam mendorong lahirnya talenta-talenta baru di sektor energi Indonesia.
Hariyanto berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar untuk membuka lebih banyak peluang dan mendorong terciptanya inovasi-inovasi baru di Tanah Air.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi besar SK Innovation E&S dalam mencetak pemimpin masa depan di sektor energi Indonesia. Kami berharap semakin banyak peluang yang tercipta bagi para wirausahawan muda yang menggerakkan inovasi di industri energi,” tutup Hariyanto.





