Iran Kecam Kebisuan Dunia Soal Kekejaman Israel di Timur Tengah

oleh -5 Dilihat
Iran Kecam Kebisuan Dunia Soal Kekejaman Israel di Timur Tengah

KabarDermayu.com – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan kritik tajam terhadap lembaga-lembaga internasional. Ia menyoroti sikap diam mereka dalam menghadapi tindakan brutal Israel di kawasan Timur Tengah.

Menurut Pezeshkian, badan-badan global tersebut terkesan bungkam, sementara Israel secara terbuka membicarakan aksi pembunuhan dan serangan yang ditargetkan.

Pernyataan ini disampaikan saat ia berbicara di konferensi yang digelar di Aula KTT Teheran. Acara tersebut diselenggarakan untuk memperingati mendiang mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Pezeshkian menekankan bahwa organisasi internasional dan para pembela hak asasi manusia seharusnya berperan mencegah tindakan-tindakan tersebut.

Ia menambahkan bahwa Israel telah menyerang banyak negara di kawasan tersebut dan menjadi penyebab berbagai krisis serta ketidakstabilan di seluruh Timur Tengah. Ia juga menegaskan bahwa negara-negara Muslim bukanlah pihak yang memulai agresi tersebut.

Lebih lanjut, Pezeshkian menyinggung dimulainya “kepemimpinan baru” bagi komunitas Islam. Ia menyatakan bahwa kepemimpinan saat ini memikul tanggung jawab yang sangat berat.

Pemerintah Iran, katanya, akan terus berupaya mewujudkan cita-cita revolusi. Hal ini mencakup penguatan persatuan Islam dan perluasan solidaritas di antara negara-negara Muslim.

Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan dimulainya upacara pemakaman Khamenei di Teheran. Ribuan pelayat berkumpul di Masjid Imam Khomenei Mosalla untuk memberikan penghormatan terakhir.

Diketahui, Khamenei gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran pada 28 Februari 2026. Peristiwa ini memicu perang selama beberapa minggu sebelum gencatan senjata tercapai berkat mediasi Pakistan pada bulan April.

Kesepakatan sementara kemudian menyusul pada bulan Juni. Hal ini menunjukkan kompleksitas situasi yang terjadi di kawasan tersebut.

Berdasarkan jadwal resmi yang telah ditetapkan, acara peringatan akan terus berlanjut di Teheran sepanjang akhir pekan. Berbagai kepala negara, pejabat senior, serta tokoh agama dijadwalkan hadir.

Upacara perpisahan publik direncanakan pada hari Sabtu dan Minggu. Ini akan diikuti oleh prosesi pemakaman utama di Teheran pada hari Senin.

Selanjutnya, prosesi pemakaman akan berlanjut ke Qom pada tanggal 7 Juli. Ini menandakan perjalanan panjang untuk penghormatan terakhir.

Pada tanggal 8 Juli, upacara peringatan dijadwalkan berlangsung di Irak. Beberapa kota penting seperti Baghdad, Najaf, dan Karbala akan menjadi tuan rumah.

Di Irak, jenazah akan diterima oleh tokoh agama dan politik sebelum dipindahkan ke tempat-tempat suci Muslim Syiah. Ini menunjukkan pentingnya situs-situs keagamaan tersebut.

Upacara pemakaman dan penguburan terakhir dijadwalkan pada 9 Juli di Makam Imam Ali Reza. Lokasi ini berada di timur laut kota Mashhad, yang merupakan salah satu situs paling suci dalam Islam Syiah.

Peristiwa ini menyoroti dampak serangan Israel dan tanggapan internasional yang dinilai kurang memadai oleh Iran.