KabarDermayu.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan instruksi tegas agar persediaan uranium yang diperkaya oleh negara tersebut tidak dibawa keluar dari Iran. Keputusan ini dilaporkan oleh Reuters pada hari Kamis, mengutip keterangan dari dua sumber senior di pemerintahan Iran.
Salah satu sumber tersebut menyatakan bahwa arahan dari Pemimpin Tertinggi dan kesepakatan di dalam pemerintahan adalah agar stok uranium yang telah diperkaya tidak meninggalkan wilayah negara.
Para pejabat Iran meyakini bahwa pengiriman material nuklir tersebut ke luar negeri dapat meningkatkan kerentanan negara terhadap potensi serangan dari Amerika Serikat atau Israel di masa depan. Terdapat kecurigaan yang mendalam di Iran bahwa jeda dalam permusuhan dapat dimanfaatkan sebagai taktik penipuan oleh Amerika Serikat untuk menciptakan rasa aman sebelum melanjutkan serangan.
Sementara itu, Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) melaporkan bahwa Iran tengah menyiapkan respons terhadap rancangan proposal terbaru yang diajukan oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik. Menurut ISNA, proposal AS tersebut diklaim telah berhasil mempersempit beberapa kesenjangan yang ada.
Namun, ISNA menambahkan bahwa pengurangan kesenjangan lebih lanjut memerlukan penghentian ancaman yang dilontarkan oleh Amerika Serikat. Saat ini, Iran sedang dalam tahap negosiasi di Teheran untuk membahas kerangka kerja yang lebih luas, sejumlah detail spesifik, serta langkah-langkah membangun kepercayaan sebagai jaminan.
Kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, ke Teheran yang dijadwalkan pada hari Kamis, diharapkan dapat menjembatani kesenjangan tersebut dan menjadi persiapan untuk pengumuman resmi penerimaan nota kesepahaman, demikian dilaporkan ISNA.
Baca juga: IHSG Anjlok 1,64% ke 5.995: Bursa Asia & Wall Street Menguat
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyarankan bahwa kontrol Amerika Serikat atas persediaan uranium yang diperkaya oleh Iran akan menjadi bagian dari kesepakatan perdamaian potensial. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa Iran tidak akan mampu memperoleh senjata nuklir.
“Kita mungkin akan menghancurkannya setelah kita mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya,” ujar Trump di Gedung Putih. Ia menegaskan kembali bahwa Iran tidak seharusnya diizinkan untuk mengembangkan senjata nuklir.
“Saat ini, kita sedang bernegosiasi dan kita akan lihat, tetapi kita akan mendapatkannya dengan satu atau lain cara. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” kata Trump kepada para wartawan. “Kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, hanya itu.”
Sebelumnya, Iran sempat mengisyaratkan kesediaan untuk mengirimkan setengah dari persediaan uraniumnya yang telah diperkaya hingga 60 persen. Namun, posisi tersebut berubah setelah adanya ancaman berulang kali dari Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran, menurut laporan tersebut.
Salah satu sumber menyatakan bahwa masih ada “rumus yang layak” untuk menyelesaikan masalah ini. Rumus tersebut mencakup pengenceran persediaan uranium di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Berdasarkan perkiraan IAEA, Iran memiliki lebih dari 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen. Persediaan ini dilaporkan berada di bawah reruntuhan fasilitas nuklir Iran yang menjadi sasaran serangan bom oleh Amerika Serikat dan Israel selama konflik 12 hari pada Juni 2025.





