KabarDermayu.com – Iran dikabarkan tengah merancang sebuah sayembara dengan imbalan hadiah fantastis bagi siapa saja yang berhasil membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Besaran hadiah yang ditawarkan mencapai 58 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp1 triliun.
Informasi ini bersumber dari laporan Iran Wire dan The Telegraph UK. Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa pihaknya sedang menyusun rancangan undang-undang yang disebut ‘Counter Action by the Military and Security Forces of the Islamic Republic’. Rancangan ini nantinya akan melegalkan pemberian hadiah sebesar 50 juta euro, atau sekitar Rp1,02 triliun, kepada individu yang berhasil membunuh kedua pemimpin negara tersebut.
Menurut laporan laman NDTV pada Rabu, 20 Juni 2026, parlemen Iran dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara terkait rancangan undang-undang ini. Keputusan ini diambil sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel ke Tehran pada akhir Februari lalu, yang mengakibatkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca juga: Neymar ke Piala Dunia 2026: Ancelotti Panggil, Suporter Brasil Histeris
Masih mengutip Iran Wire, Azizi menambahkan bahwa Trump, Netanyahu, serta Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, harus menjadi target serangan balasan. Hal ini didasari atas dugaan keterlibatan mereka dalam pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei.
Anggota lain dari komisi keamanan nasional Iran, Mahmoud Nabavian, juga mengonfirmasi bahwa parlemen negaranya akan segera melakukan pemungutan suara terkait pemberian hadiah tersebut. Hadiah ini ditujukan bagi siapa pun yang berhasil ‘mengirim Trump dan Netanyahu ke neraka’.
Munculnya laporan mengenai rencana hadiah ini terjadi hanya beberapa hari setelah media pro-pemerintah Iran, Masaf, mengklaim bahwa rezim Iran telah menyiapkan dana sekitar 50 juta dolar AS, atau setara Rp880 miliar, untuk kampanye yang bertajuk “Kill Trump”.
Sebelumnya lagi, kelompok perang siber Iran yang didukung negara, bernama Handala, juga merilis pernyataan bahwa mereka telah mengalokasikan dana sekitar 5 juta dolar AS, atau setara Rp880 miliar, untuk menghabisi dalang utama penindasan dan korupsi, yaitu Trump dan Netanyahu.
Langkah ini disebut sebagai balasan atas tawaran hadiah sebesar sekitar 10 juta dolar AS, atau setara Rp176 miliar, yang diajukan oleh Departemen Kehakiman AS. Hadiah tersebut ditujukan bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi terkait anggota kelompok Handala.
Kelompok peretas tersebut mengklaim bahwa dana yang mereka siapkan akan diberikan kepada individu atau kelompok yang mampu melakukan aksi nyata terhadap kedua pemimpin negara tersebut.





