KabarDermayu.com – Juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, akhirnya buka suara mengenai calon lawan berikutnya dalam upaya mempertahankan sabuk juaranya. Setelah berhasil merebut gelar kelas welter pada UFC 322 November lalu, Makhachev kini mulai melirik sosok yang dianggapnya paling layak untuk menantangnya.
Petarung asal Dagestan ini terakhir kali tampil memukau saat mengalahkan Jack Della Maddalena. Sejak kemenangannya itu, berbagai nama mulai mencuat sebagai kandidat penantang potensial. Beberapa di antaranya adalah Ian Machado Garry, Carlos Prates, dan Michael Morales.
Carlos Prates sendiri tengah menikmati rentetan performa gemilang. Ia berhasil meraih tiga kemenangan KO beruntun, yang semuanya memberikannya bonus penampilan. Kemenangan terbarunya adalah mengalahkan mantan penantang gelar, Jack Della Maddalena, pada UFC Fight Night 275 bulan ini.
Meskipun banyak pihak lebih menjagokan Ian Machado Garry sebagai lawan selanjutnya bagi Makhachev, sang juara justru menunjukkan ketertarikan kepada Prates.
Menanggapi hal tersebut, Prates menduga bahwa Makhachev memilihnya karena menganggapnya sebagai lawan yang lebih mudah dibandingkan Garry.
“Kurasa dia mengatakan itu karena dia pikir aku lawan yang lebih mudah daripada Ian Garry,” ujar Prates dalam sebuah wawancara dengan kanal YouTube Daniel Cormier.
Namun, Prates kemudian mengklarifikasi bahwa yang dimaksud bukanlah dirinya lebih mudah dikalahkan, melainkan mungkin tantangannya dianggap lebih kecil dibandingkan dengan Garry.
“Bukan lebih mudah, tapi kurang sulit karena mungkin Ian pernah mengalahkanku. Leon Edwards pernah menjatuhkanku, (Della Maddalena) pernah menjatuhkanku, Ian Garry pernah menjatuhkanku sekali,” jelas Prates.
Petarung berjuluk “The Nightmare” ini menilai bahwa Makhachev kemungkinan meremehkan kemampuannya, terutama dalam menghadapi tekanan dan upaya takedown dari lawan.
Menurut Prates, ia tidak terlalu khawatir ketika lawan mencoba menjatuhkannya ke bawah karena merasa nyaman bertarung dalam berbagai situasi.
“Mungkin dia pikir ini akan mudah. Tapi, saat aku melawan orang-orang ini, aku bahkan tidak peduli dengan upaya menjatuhkan lawan,” tegasnya.
“Saat JDM menjatuhkanku, dia mencoba menjatuhkanku, aku bahkan tidak mencoba membela diri. Aku hanya membuka tanganku dan tersenyum seperti, ‘Apa yang sedang dilakukan orang ini?'”
Meskipun menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, Prates tetap memberikan respek yang besar terhadap kemampuan gulat Makhachev, yang telah menjadi senjata andalannya di UFC.
Namun, ia mengingatkan bahwa dirinya juga memiliki kemampuan grappling yang tidak kalah mumpuni. Prates adalah pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu dan belum pernah kalah melalui kuncian submission sejak tahun 2014.
“Tentu saja Islam adalah pegulat yang sangat bagus, tetapi ketika saya melawan Ian, Leon, dan JDM, saya tahu – bro, saya pemegang sabuk hitam BJJ,” kata Prates.
“Saya juga bagus di atas matras. Jadi, saya tahu orang-orang ini tidak akan bisa mengalahkan saya.”
Prates menegaskan bahwa hingga saat ini, setiap lawan yang berhasil menjatuhkannya selalu gagal mempertahankan dominasi di bawah.
Oleh karena itu, ia penasaran apakah Makhachev mampu melakukan sesuatu yang berbeda jika keduanya benar-benar bertemu di oktagon.
“Seperti yang saya katakan, Makhachev sangat bagus dalam gulat, tetapi sampai sekarang, setiap orang yang menjatuhkan saya, saya bisa bangkit kembali. Sejauh yang saya tahu, dia bukan dari planet lain. Dia manusia seperti kita, jadi mari kita lihat apakah ketika dia menjatuhkan saya, saya tidak bisa bangkit,” tantangnya.
Islam Makhachev Bidik Ian Machado Garry
Di sisi lain, murid kesayangan legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, ini menargetkan UFC 330 yang rencananya akan digelar pada 15 Agustus di Philadelphia sebagai ajang comeback-nya.
Namun, dari sejumlah kandidat penantang yang ada, Makhachev justru menilai Ian Machado Garry berada di posisi terdepan untuk mendapatkan kesempatan perebutan gelar.
“Setelah ini saya akan langsung pergi ke kamp pelatihan dan saya tidak tahu: Agustus, saya akan siap,” kata Makhachev kepada UFC on TNT Sports.
“Banyak penantang, tetapi nomor 1 adalah Ian (Machado) Garry dan masih ada beberapa lagi yang ingin merebut sabuk juara, tetapi saya tidak akan memberikannya kepada siapa pun.”
Pernyataan ini semakin menguatkan peluang Ian Machado Garry untuk mendapatkan laga perebutan sabuk juara kelas welter UFC.
Petarung asal Irlandia tersebut saat ini tengah berada dalam performa yang sangat impresif. Ia berhasil membukukan dua kemenangan beruntun yang signifikan.
Garry sukses menghentikan laju Carlos Prates yang sedang menanjak, sebelum kemudian berhasil mengalahkan mantan penantang juara kelas welter, Belal Muhammad, di UFC Fight Night 265 pada November lalu.
Catatan impresif tersebut membuat Machado Garry kini menjadi salah satu nama yang paling sering disebut sebagai penantang utama bagi Makhachev.
Baca juga: Parkir Liar Motor dan Mobil di Trotoar Rasuna Said Saat Konser, Dishub DKI Minta Maaf
Meskipun demikian, hingga saat ini pihak UFC belum memberikan pengumuman resmi mengenai siapa lawan berikutnya yang akan dihadapi oleh sang juara di UFC 330.





