KabarDermayu.com – Jelang duel akbar UFC White House melawan Ilia Topuria, petarung veteran Justin Gaethje memberikan sindiran keras. Ia menilai Topuria sedang mengikuti jejak Conor McGregor, sebuah jalan yang menurutnya bisa berujung pada kejatuhan.
Sejak awal kariernya di UFC, Topuria memang kerap disandingkan dengan McGregor. Kemiripan ini bukan hanya soal prestasi di dalam oktagon, namun juga kepercayaan diri yang tinggi serta kepribadiannya yang kerap menjadi sorotan publik.
Pertarungan antara Topuria dan Gaethje dijadwalkan pada 14 Juni mendatang. Duel ini akan menjadi laga utama UFC White House, memperebutkan gelar juara kelas ringan tak terbantahkan, dan diprediksi menjadi salah satu pertarungan paling dinanti tahun ini.
Menjelang pertarungan bersejarah tersebut, ayah Gaethje lebih dulu melontarkan prediksi. Ia yakin putranya akan mampu mengalahkan petarung asal Spanyol itu. Sang ayah mengklaim Gaethje telah memahami cara mengatasi lawan yang memiliki postur lebih kecil.
Pernyataan tersebut tidak luput dari respons Topuria. Petarung berjuluk “El Matador” itu menegaskan bahwa Gaethje akan mendapatkan pelajaran tentang kerendahan hati ketika mereka bertemu di Gedung Putih.
Menanggapi kepercayaan diri lawannya, Gaethje mengaku melihat pola yang sangat mirip dengan apa yang pernah dilakukan Conor McGregor di masa jayanya.
“Beginilah cara dia menghadapi banyak pertarungannya,” kata Gaethje kepada TMZ Sports saat membahas sikap Topuria menjelang pertarungan.
Komentar ini muncul tidak lama setelah Topuria membuat gebrakan dalam dunia MMA. Awal pekan ini, ia melakukan aksi simbolis dengan meletakkan mawar putih spesial di mural bergambar Gaethje. Aksi ini merupakan bagian dari promosi jelang pertarungan mereka.
Baca juga: Nanik S Deyang Dinilai Tepat Jadi Kepala BGN, Singgung Kerja Lapangan dan Dapur Bermasalah
Menurut Gaethje, Topuria terus membangun citra sebagai petarung yang tak terkalahkan. Hal ini mengingatkannya pada McGregor yang juga pernah melakukannya sebelum akhirnya mengalami berbagai kekalahan.
“Dia selalu berhasil di setiap kesempatan. Sekali lagi, ini mirip dengan McGregor dan bagaimana McGregor menghadapi pertarungan. Anda akan membuat diri Anda menjadi orang yang tak terkalahkan dan sempurna, lalu ketika Anda kalah, apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?”
Gaethje menambahkan, ia tidak sabar untuk memberikan pelajaran tersebut kepada Topuria. Ia mengakui pernah berada di posisi yang sama, bahkan memiliki rekor 17-0 saat masuk UFC. Gaethje menilai Topuria jauh lebih berprestasi dengan rekor 17-0 dibandingkan dirinya di masa lalu. Ia tidak ragu bahwa Topuria adalah petarung yang istimewa, namun olahraga ini sangatlah gila.
Gaethje sendiri bukan sosok asing dengan tekanan besar dalam dunia MMA. Selama beberapa tahun terakhir, petarung berjuluk “The Highlight” itu juga kerap membahas kemungkinan pensiun dari UFC.
Bahkan, duel melawan Topuria disebut-sebut bisa menjadi salah satu pertarungan terakhir dalam karier profesionalnya.
“Dengan kemenangan ini, saya bisa membatalkan pertarungan melawan Max Holloway dan Charles Oliveira,” kata Gaethje.
Jika mampu menumbangkan Topuria dan merebut sabuk juara, peluang Gaethje untuk melanjutkan karier tentu masih terbuka lebar. Namun sebaliknya, apabila ia kembali gagal dalam perebutan gelar juara tak terbantahkan untuk ketiga kalinya, bukan tidak mungkin laga tersebut menjadi penampilan terakhirnya di UFC.





