Israel Terus Gempur Kapal Bantuan Sumud Menuju Gaza

oleh -5 Dilihat
Israel Terus Gempur Kapal Bantuan Sumud Menuju Gaza

KabarDermayu.com – Kapal-kapal militer Israel dilaporkan kembali melakukan serangan dan menaiki armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sedang dalam perjalanan menuju Jalur Gaza.

Menurut pernyataan resmi dari Global Sumud Flotilla pada Selasa, aksi pencegatan tersebut masih berlanjut. Kapal-kapal militer Israel secara ilegal menaiki armada mereka di perairan internasional.

Pihak penyelenggara misi kemanusiaan ini menegaskan bahwa mereka berada dalam kewaspadaan tinggi dan tetap bertekad untuk melanjutkan perjalanan menuju Gaza. Mereka menolak untuk diintimidasi oleh tindakan tersebut.

Disebutkan bahwa sepuluh kapal bantuan kemanusiaan telah berhasil lolos dari serangan Israel selama 22 jam di perairan internasional. Hingga kini, mereka tetap berlayar menuju Gaza.

Armada kemanusiaan ini dilaporkan hanya berjarak 121 mil laut dari pantai Gaza, menunjukkan progres perjalanan mereka meskipun menghadapi hambatan.

Sebelumnya, situs berita Israel Walla, mengutip sumber keamanan yang enggan disebutkan namanya, melaporkan bahwa militer Israel telah menyita lebih dari 40 dari total 54 kapal yang tergabung dalam pelayaran tersebut. Sekitar 300 aktivis dilaporkan ditahan.

Insiden ini menandai serangan kedua Israel terhadap armada bantuan tersebut dalam kurun waktu lebih dari 24 jam. Serangan pertama dilancarkan oleh militer Israel pada Senin, 18 Mei, terhadap konvoi bantuan di perairan internasional.

Armada yang terdiri dari 54 kapal itu sendiri telah berlayar pada Kamis, 14 Mei, dari distrik Marmaris, Turki. Pelayaran ini merupakan upaya terbaru untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak tahun 2007.

Peristiwa serupa bukan kali ini saja terjadi. Pada akhir April, militer Israel juga dilaporkan menyerang kapal-kapal flotilla di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani.

Saat itu, konvoi kemanusiaan tersebut membawa 345 peserta dari 39 negara, termasuk warga negara Turki. Pasukan Israel menyita 21 kapal yang membawa sekitar 175 aktivis.

Kapal-kapal lainnya dilaporkan berhasil melanjutkan perjalanan menuju perairan teritorial Yunani. Israel kemudian membebaskan para aktivis di perairan internasional, kecuali dua orang.

Dua aktivis tersebut, seorang warga negara Spanyol dan seorang warga negara Brasil, dibawa ke pusat penahanan di Israel sebelum akhirnya dideportasi.

Di Gaza, sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk sekitar 1,5 juta pengungsi, saat ini hidup dalam kondisi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.

Situasi yang mengerikan ini diperparah oleh perang yang telah berlangsung selama dua tahun. Perang tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.700 orang dan melukai lebih dari 172.700 lainnya.

Mayoritas korban tewas dan terluka adalah perempuan dan anak-anak, yang mengakibatkan kondisi kelaparan yang parah di wilayah tersebut.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Digital NTT: Tanpa Antre, Mudah & Cepat

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada Oktober 2025, Israel dilaporkan terus membatasi akses bantuan kemanusiaan. Selain itu, serangan harian yang dilancarkan Israel mengakibatkan 877 warga Palestina tewas dan 2.602 lainnya terluka, menurut otoritas setempat.