Jadwal Kereta Api Jarak Jauh Pulih Pasca Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi

by -1 Views
Jadwal Kereta Api Jarak Jauh Pulih Pasca Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi

KabarDermayu.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah berupaya keras memulihkan operasional kereta api jarak jauh pasca insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Targetnya, layanan kereta api jarak jauh akan kembali normal secara bertahap pada 30 April 2026.

KAI menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan hak para pelanggan yang terdampak. Hingga Rabu, 29 April 2026, pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 13.027 tiket kereta api jarak jauh yang mengalami gangguan telah berhasil dikembalikan dananya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memastikan bahwa pengembalian dana dilakukan secara penuh bagi seluruh pelanggan yang terdampak.

“KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak. Seluruh proses dapat diakses dengan mudah melalui berbagai kanal layanan,” ujar Anne, dalam keterangannya pada Kamis, 30 April 2026.

Kebijakan pengembalian dana ini mencakup berbagai kondisi. Mulai dari pembatalan tiket akibat keterlambatan, penundaan keberangkatan yang melebihi satu jam, perubahan rute perjalanan, hingga bagi pelanggan yang memilih untuk tidak menggunakan kereta api pengganti atau moda transportasi lanjutan.

Baca juga di sini: Panggung Bakat Siswa Ramaikan HUT ke-43 SMPN 1 Lelea

Selain itu, pengembalian dana juga berlaku untuk tiket pulang-pergi, tiket lanjutan atau connecting, serta tiket layanan KAI Group yang berada dalam satu kode pemesanan atau booking.

Bagi pelanggan yang memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api pengganti dengan kelas yang sama atau bahkan lebih tinggi, KAI menjamin tidak akan ada biaya tambahan yang dibebankan. Jika ternyata perjalanan tidak dapat dilanjutkan hingga tujuan akhir, perusahaan juga telah menyiapkan moda transportasi lanjutan, dengan tetap memberikan pengembalian tiket secara penuh.

Untuk kemudahan proses pengembalian dana, KAI telah menyediakan berbagai kanal layanan. Pelanggan dapat mengajukan permohonan refund dengan datang langsung ke loket stasiun dan menunjukkan boarding pass atau e-boarding. Pilihan lain adalah melalui Contact Center 121, atau melalui aplikasi Access by KAI, khususnya untuk perjalanan yang dibatalkan oleh pihak KAI.

Batas waktu pengajuan refund diberikan hingga tujuh hari terhitung sejak jadwal keberangkatan kereta api. Proses pencairan dana sendiri ditargetkan dapat diselesaikan maksimal dalam waktu 1×24 jam setelah pembatalan dilakukan. Lebih lanjut, pengembalian bea bagasi juga akan diberikan secara penuh apabila pelanggan tidak melakukan perjalanan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Dalam proses pemulihan ini, kami memohon pengertian apabila perjalanan masih mengalami kelambatan, dan kami terus berupaya memastikan layanan kembali berjalan dengan baik serta hak pelanggan tetap terpenuhi,” tutur Anne Purba.

Insiden ini sendiri merupakan kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Korban jiwa dari peristiwa tersebut bertambah setelah salah satu korban meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai melakukan peninjauan terhadap korban tabrakan kereta di RSUD Bekasi pada Rabu, 29 April 2026.

“Pasiennya kalau secara umum sudah membaik, tinggal yang di ICU tiga orang. Tiga orang, dan yang satu sudah meninggal, tinggal dua orang lagi. Mudah-mudahan bisa sembuh ya,” ujar Dedi Mulyadi kepada awak media.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, dr. Ellya Niken Prastiwi, melaporkan bahwa terdapat 22 korban kecelakaan kereta yang masih menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut.

“Hari ini per hari ini pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini yang di ICU ada tiga,” ungkap dr. Niken.

Dengan adanya penambahan korban jiwa tersebut, total korban meninggal dunia akibat tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo ini kini berjumlah 16 orang.