KabarDermayu.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan permintaan maaf terkait usulannya mengenai penempatan gerbong kereta rel listrik (KRL) khusus wanita di bagian tengah rangkaian. Pernyataan ini muncul menyusul insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi Kementerian PPPA pada Kamis, 30 April 2026, Arifah Fauzi menyadari bahwa pernyataannya tersebut kurang tepat. Ia memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, terutama kepada para korban dan keluarga korban yang mungkin merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataannya itu.
Dalam video permintaan maaf yang diunggah pada Rabu malam, 29 April 2026, Menteri Arifah menegaskan bahwa ia tidak bermaksud mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Ia memahami bahwa dalam situasi genting seperti kecelakaan, fokus utama seharusnya tertuju pada keselamatan, penanganan korban, serta rasa empati bagi mereka yang terdampak.
“Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini yang menjadi fokus utama keselamatan penanganan korban serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak,” ujar Arifah Fauzi.
Ia menambahkan, semua pihak sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas utama, tanpa memandang gender. Baik perempuan maupun laki-laki, keselamatan mereka harus menjadi nomor satu. Pemerintah saat ini tengah memfokuskan upaya untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal, sesuai dengan arahan dari Presiden.
Baca juga di sini: Jadwal Kereta Api Jarak Jauh Pulih Pasca Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi
“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan maupun laki-laki. Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka. Sesuai arahan bapak presiden seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, adil dan menyeluruh,” jelasnya.
Menteri Arifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memusatkan perhatian pada penanganan korban. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pemerintah tengah berupaya keras untuk melakukan perbaikan pada sistem transportasi publik agar tragedi serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Mari kita bersama-sama memusatkan perhatian kepada penanganan korban, doa serta upaya perbaikan sistem transportasi publik agar tragedi serupa tidak terjadi lagi. Keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan transportasi ke depan. Terima kasih semoga Allah SWT memberikan kekuatan, ketabahan dan perlindungan kepada seluruh keluarga korban serta kita semua,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arifah Fauzi juga menyampaikan ucapan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Insiden kecelakaan kereta tersebut dilaporkan telah menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
“Saya mengucapkan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kereta yang telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Hati kami bersama seluruh keluarga korban beserta keluarga dan yang ditinggalkan,” ungkapnya.





