Jemaah Keluhkan Ketersediaan Sayuran dalam Menu Makanan Haji

oleh -5 Dilihat
Jemaah Keluhkan Ketersediaan Sayuran dalam Menu Makanan Haji

KabarDermayu.com – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menyoroti kualitas asupan gizi yang diterima oleh jemaah haji Indonesia, khususnya terkait menu makanan utama.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima keluhan dari sejumlah jemaah mengenai kurangnya variasi sayuran hijau dalam menu makanan yang disajikan.

Keluhan tersebut, menurut Bambang, berpusat pada ketersediaan sayuran hijau yang dirasa masih kurang dalam paket makanan utama yang dibagikan kepada jemaah.

“Mereka hanya mengeluhkan masalah sayur saja,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 29 Mei 2026.

Bambang menekankan bahwa masukan dari jemaah ini perlu dijadikan sebagai bahan evaluasi penting untuk perbaikan pelaksanaan ibadah haji di tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, penambahan porsi sayuran hijau sangat krusial demi menyeimbangkan kebutuhan gizi para jemaah selama menjalankan ibadah.

“Yang di mana sayur hijau itu perlu ditambah lagi pada tahun-tahun depan,” tegasnya.

Di sisi lain, Bambang memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji lanjut usia (lansia).

Baca juga: Kemenhub Dukung Buy The Service Trans Batam: Tambah 19 Armada

Ia menilai bahwa petugas haji telah berupaya memberikan fasilitas yang memadai, seperti penyediaan golf car.

Fasilitas golf car ini sangat membantu jemaah lansia atau mereka yang memiliki kesulitan berjalan untuk mencapai lokasi-lokasi penting, termasuk saat menuju tempat lempar jumroh.

“Pelayanan golf car juga diberikan untuk orang-orang tua, ibu-ibu dan sebagainya yang tidak kuat untuk menuju ke lempar jumroh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang juga memberikan pujian atas pemilihan lokasi tenda untuk jemaah haji reguler pada musim haji kali ini.

Menurut penilaiannya, lokasi tenda yang dipilih sangat strategis karena tidak terlalu jauh dari area lempar jumroh serta fasilitas penting lainnya.

Ia membandingkan penempatan tenda pada tahun ini dengan pelaksanaan haji sebelumnya, menyatakan bahwa lokasi tahun ini jauh lebih baik.

“Penempatan dari jemaah haji reguler ini ditempatkan di posisi yang tidak terlalu jauh dari tempat untuk lempar jumroh dan sebagainya. Jadi ini menurut saya sangat bagus,” tutup Bambang.