Kajari Purwakarta Bantah Terlibat Korupsi MBG yang Viral

oleh -5 Dilihat
Kajari Purwakarta Bantah Terlibat Korupsi MBG yang Viral

KabarDermayu.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Apsari Dewi, secara tegas membantah namanya dicatut dan dikaitkan dengan proyek Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bantahan ini muncul setelah beredarnya daftar viral di media sosial yang mengaitkan namanya dengan kasus dugaan korupsi tata kelola MBG di Badan Gizi Nasional (BGN).

Apsari Dewi menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan dirinya sebagai pemilik atau terafiliasi dengan dapur penyedia MBG adalah tidak benar.

“Tidak benar itu. Saya tidak punya dapur dan tidak punya afiliasi dengan dapur mana pun,” ujar Apsari kepada wartawan pada Rabu, 10 Juni 2026.

Beberapa waktu terakhir, media sosial diramaikan dengan beredarnya daftar nama pejabat, tokoh publik, hingga aparat penegak hukum yang diduga memiliki keterkaitan dengan pengelolaan program MBG. Nama Apsari Dewi ikut tercantum dalam daftar tersebut dengan jabatannya sebagai Kajari Purwakarta.

Nama Apsari juga dikaitkan dengan kasus hukum yang melibatkan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi maupun fakta hukum yang membuktikan keterlibatan Apsari dalam perkara tersebut.

Oleh karena itu, Apsari menyayangkan munculnya berbagai informasi yang beredar tanpa dasar dan data yang jelas. Menurutnya, informasi semacam itu berpotensi menyesatkan opini publik.

Sebagai seorang aparat penegak hukum, Apsari mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diharapkan lebih kritis menyikapi berbagai kabar agar tidak terjebak pada informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan,” kata Apsari.

Ia juga menekankan pentingnya melakukan pengecekan fakta dan mengonfirmasi langsung kepada pihak terkait sebelum menyebarluaskan informasi yang beredar di media sosial.

Melalui klarifikasi ini, Apsari berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum didukung oleh fakta yang valid.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief, sempat angkat bicara mengenai kliennya yang akan mengungkap 20 nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terbaru, beredar di media sosial mengenai sejumlah nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Menanggapi hal ini, Elza belum mengetahui secara pasti mengenai nama-nama tersebut. Sebab, hal itu masih bersifat “Pro Justitia Confidential” atau rahasia demi hukum.

“Saya enggak tahu yang beredar tuh kayak apa, karena bukan 20 nama. Yang tertulis 26 dan lain-lain, masih banyak lagi. Jadi, kan itu masih sifatnya, Pro Justitia Confidential,” ungkap Elza saat dihubungi pada Selasa, 9 Juni 2026.

Sementara itu, Elza mengungkapkan bahwa terkait nama-nama yang akan disebutkan kliennya, saat ini telah dinyatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“(20 nama tersebut sudah diserahkan ke Kejagung) Bukan diserahin. Dalam BAP sudah disampaikan, sudah diketik,” terang Elza.

Untuk diketahui, sebuah cuitan viral di media sosial mengenai 20 nama petinggi yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini diketahui, salah satunya diunggah dalam akun Thread @suzan18706, dengan keterangan “Bocor halus semoga benar adanya…Isunya nama-nama ini yang terlibat korupsi MBG”.

Tertulis dalam unggahan, salah satu yang diduga terlibat yakni Kepala BGN, Nanik S Deyang yang baru saja dilantik Presiden Prabowo Subianto. Selain itu juga tertulis Patris Rumbayan ibunya Tedy, Ketua DPRD Jatim dan Jateng, Suwardi Samira, Dudung lewat kepala BGN, Puti Sari Gerindra komisi 9, D Mahari komisi 9, Yahya zaini, Wihardi banggar, Cucun Ahmad, ketua dan seluruh wakil banggar, Bima Arya Wamendagri, Wamenaker Feri, Ahmad Riza Patria, Ketua Komisi 9, dan seluruh wakil ketua KOM 9 kecuali Charles Honoris dan seluruh poksi komisi 9.

Kemudian juga disebutkan yakni Dek gam komisi 9, Muslim Ayu komisi 3, fitroh Basori wakil KPK, Kajari Purwakarta Sulvia Dewi Hapsari, Kapolres bekasi Kombes Sumarni, Irma Chaniago komisi 6, Uya Kuya komisi 3, Lula Kamal PIC Menko pangan, 2 kolonel usulan AHY, serta gabungan asosiasi GAMBI-Kadin makan bergizi Indonesia.