IHSG Menarik: Bos OJK Ungkap Alasan di Balik Level Saat Ini

oleh -5 Dilihat
IHSG Menarik: Bos OJK Ungkap Alasan di Balik Level Saat Ini

KabarDermayu.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, atau yang akrab disapa Kiki, menilai bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada level yang menarik.

Menurut Kiki, daya tarik IHSG didukung oleh valuasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan periode historis serta pasar regional. Selain itu, perbaikan kinerja emiten juga menjadi faktor pendukung.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI, Kiki menyampaikan bahwa pergerakan IHSG kini semakin konvergen. Hal ini sejalan dengan indeks acuan global yang diterbitkan oleh MSCI dan FTSE Russell.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar mulai memberikan respons positif terhadap berbagai langkah reformasi yang telah dilakukan oleh regulator di pasar modal. Reformasi ini khususnya ditujukan untuk menjawab isu-isu utama yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan, termasuk penyedia indeks global.

Lebih lanjut, kinerja emiten pada kuartal I-2026 menunjukkan tren yang positif. Perbaikan dalam pendapatan dan profitabilitas perusahaan dinilai memberikan dukungan fundamental yang kuat terhadap prospek pasar saham domestik ke depan.

Kiki juga menyoroti ketahanan struktur pasar modal Indonesia yang tetap kuat. Hal ini didukung oleh basis investor domestik, terutama investor ritel, yang terus mengalami peningkatan jumlah.

Jumlah investor di pasar modal tercatat meningkat signifikan, dari 12,17 juta pada tahun 2023 menjadi 26,49 juta pada April 2026. Dari total tersebut, investor individu mendominasi dengan angka mencapai 26,43 juta, jauh melampaui jumlah investor korporasi maupun reksa dana.

Meskipun demikian, Kiki mengingatkan bahwa masih terdapat ruang lebar untuk pendalaman pasar. Hal ini terlihat dari jumlah investor yang aktif setiap harinya yang baru mencapai sekitar 448.000 investor, atau setara dengan 1,69 persen dari total investor per April 2026.

Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus memperkuat literasi dan pelindungan bagi para investor. Selain itu, integritas pasar akan terus dijaga, serta pengembangan produk pasar modal akan terus didalami.

Langkah-langkah ini diambil agar pertumbuhan jumlah investor tidak hanya bersifat kuantitatif. Diharapkan, hal ini dapat menjadi fondasi bagi pasar modal nasional yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.