Kementan Percepat Layanan Perizinan Benih & SDG Tanaman

oleh -1 Dilihat
Kementan Percepat Layanan Perizinan Benih & SDG Tanaman

KabarDermayu.com – Kementerian Pertanian melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) terus berupaya mempercepat transformasi layanan perizinan di sektor perbenihan. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dan mendorong hilirisasi komoditas pertanian.

Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati, menjelaskan bahwa percepatan layanan ini diwujudkan melalui penyederhanaan regulasi dan peningkatan kualitas pelayanan. Tujuannya adalah agar proses perizinan pemasukan dan pengeluaran benih serta sumber daya genetik (SDG) tanaman menjadi lebih cepat, mudah, dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pusat PVTPP telah menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Layanan Perizinan Pemasukan atau Pengeluaran Benih dan SDG Tanaman. Kegiatan ini berlokasi di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah, Semarang.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pelaku usaha perbenihan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Forum ini menjadi sarana dialog penting antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menyelaraskan pemahaman mengenai kebijakan terbaru di bidang perbenihan.

Leli Nuryati menekankan bahwa penyediaan benih unggul merupakan fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Lebih lanjut, hal ini berkontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, regulasi yang mengatur pergerakan benih dan SDG tanaman harus mampu mengakomodasi kebutuhan dunia usaha tanpa mengabaikan aspek perlindungan sumber daya genetik Indonesia.

“Transformasi layanan perizinan terus kami lakukan agar lebih sederhana, cepat, dan akuntabel. Di sisi lain, regulasi juga harus mampu menjamin perlindungan terhadap sumber daya genetik sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas usahanya,” ujar Leli.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pendampingan semacam ini sangat krusial bagi pemerintah. Ini menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai perubahan kebijakan terbaru. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi langsung dari para pelaku usaha yang kerap menghadapi tantangan dalam proses perizinan.

“Kegiatan ini sangat penting mengingat Semarang adalah kota besar yang memiliki potensi di perbenihan pertanain,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra perbenihan nasional. Kekuatan ini didukung oleh jaringan produsen benih swasta maupun penangkar masyarakat yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.

“Kekuatan riil Jawa Tengah terletak pada jaringan penangkar swasta dan masyarakat yang adaptif dan tersebar di seluruh kabupaten,” ujarnya.

Data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah mencatat, terdapat 195 produsen benih tanaman pangan aktif dan 218 produsen benih hortikultura aktif. Besarnya populasi pelaku usaha ini menjadi alasan utama pemilihan Jawa Tengah sebagai lokasi pelaksanaan pendampingan layanan perizinan.

Percepatan layanan perizinan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pertanian Indonesia, mulai dari peningkatan produktivitas hingga penguatan ketahanan pangan.