Laba Bersih Adhi Karya Rp 154 M di Kuartal I-2026, Kontrak Baru Melonjak 131%

oleh -5 Dilihat
Laba Bersih Adhi Karya Rp 154 M di Kuartal I-2026, Kontrak Baru Melonjak 131%

KabarDermayu.com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau ADHI berhasil membukukan kinerja keuangan yang impresif di kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp2,9 triliun.

Pada bagian akhir laporan keuangan atau laba bersih, ADHI berhasil meraup keuntungan sebesar Rp154 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat laba Rp317 juta.

Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Rozy Sparta, menjelaskan bahwa capaian ini menandakan pemulihan kinerja perusahaan. Pemulihan ini terlihat jelas dari hasil tinjauan fundamental bisnis yang telah dilakukan dalam laporan auditan tahun buku 2025.

Pendapatan ADHI di kuartal I-2026 berasal dari dua segmen utama. Kontribusi dari Joint Operation (JO) mencapai Rp1,2 triliun, sementara segmen Non Joint Operation (NJO) menyumbang Rp1,7 triliun. Total produksi perusahaan hingga akhir Triwulan I 2026 mencapai Rp2,9 triliun.

Pendapatan terbesar disumbangkan oleh proyek-proyek infrastruktur. Beberapa proyek strategis yang berkontribusi signifikan antara lain proyek Jalan Tol Jogja Bawen Paket 1, proyek Jalan Tol Solo Jogja 1.1, serta proyek EPCC Jetty Propylene.

Kinerja positif ini juga tercermin dari perolehan kontrak baru ADHI pada triwulan I 2026. Perusahaan berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp4,72 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini tumbuh 131,5% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kontrak baru yang pesat ini menunjukkan soliditas kinerja ADHI dan konsistensi dalam menjaga tren pertumbuhan yang positif di awal tahun 2026.

Baca juga di sini: Pelatih PSBS Biak Ungkap Perasaan Usai Timnya Terdegradasi dari Liga Super

Dari sisi profitabilitas, ADHI mencatat laba kotor sebesar Rp553 miliar. Angka ini ditopang oleh peningkatan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) yang mencapai Rp464 miliar, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga Triwulan I 2026, total aset yang dimiliki ADHI tercatat sebesar Rp28,1 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan berada di angka Rp24,7 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp3,5 triliun.

Dari sisi rasio keuangan, Debt to Equity Ratio (DER) berbasis Interest Bearing Debt tercatat sebesar 2,4 kali. Rasio EBITDA to Interest (TIE) berada di angka 2,55 kali, dan Current Ratio tercatat sebesar 1,01 kali.

Rozy Sparta menegaskan bahwa semua rasio keuangan tersebut telah memenuhi ketentuan covenant Obligasi ADHI. Hal ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepercayaan para pemegang obligasi dan investor lainnya.

Di tengah kondisi industri konstruksi yang masih penuh tantangan, ADHI tetap fokus pada penguatan fundamental bisnis. Strategi yang diterapkan meliputi penerapan operational excellence, pengelolaan arus kas yang disiplin, serta selektivitas dalam memilih proyek-proyek baru.

Perusahaan juga terus berupaya mendorong proyek-proyek yang memiliki profil pembayaran dan margin yang sehat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.