Mantan Jenderal Polisi Terkenal Filipina Hindari Jerat Pidana Internasional

oleh -4 Dilihat
Mantan Jenderal Polisi Terkenal Filipina Hindari Jerat Pidana Internasional

KabarDermayu.com – Senator Filipina yang pernah menjabat sebagai kepala polisi dan terlibat dalam memerangi narkoba pada masa pemerintahan Rodrigo Duterte, Ronald Dela Rosa, dilaporkan berusaha menghindari penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Dela Rosa terlihat berlari masuk ke Gedung Senat pada Senin waktu setempat untuk mencari perlindungan di sana. Rekaman kamera keamanan yang diputar di hadapan anggota parlemen pada Senin memperlihatkan agen National Bureau of Investigation (NBI) mengejar Dela Rosa menaiki tangga dan melewati lorong gedung Senat setelah ia tiba di lokasi.

Ketegangan yang terjadi kemudian berakhir beberapa jam setelah kepala NBI mengatakan kepada wartawan bahwa pihaknya tidak akan menangkap Dela Rosa selama ia berada di bawah perlindungan Senat. Dela Rosa sendiri menyatakan akan tetap berada di area Senat dan melakukan “segala cara” agar tidak dibawa ke Den Haag, Belanda.

Tim kuasa hukum Dela Rosa juga telah meminta Mahkamah Agung Filipina untuk memblokir penangkapan tersebut. Mereka berargumen bahwa tidak ada surat perintah penangkapan yang sah dari pengadilan Filipina.

Melansir laman BBC Internasional pada Kamis, 14 Mei 2026, Dela Rosa pada Selasa pagi meminta para pendukungnya yang berkumpul di luar gedung Senat untuk terus berjaga sampai Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan. Ia juga meminta Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, yang saat ini berseteru dengan dinasti politik Duterte, untuk mengajukan kasus terhadap dirinya di pengadilan lokal jika memang dianggap bersalah.

“Kalau saya memang punya kewajiban hukum, saya akan menjawabnya di pengadilan lokal, bukan pengadilan asing,” kata Dela Rosa kepada wartawan. Kekacauan yang terjadi di Senat muncul di tengah pemilihan pimpinan baru lembaga tersebut pada Senin. Sebagian besar dari 24 anggota Senat diketahui merupakan sekutu Duterte.

Ketua Senat yang baru, Alan Peter Cayetano, mengatakan kepada wartawan bahwa Senat hanya akan menindaklanjuti surat perintah penangkapan yang berasal dari pengadilan Filipina. Dela Rosa dituduh terlibat dalam pembunuhan 32 orang selama periode 2016-2018.

Baca juga: Persaingan Bursa MotoGP 2027 Kian Memanas

Dirinya disebut sebagai pelaku tidak langsung dalam kampanye antinarkoba Duterte yang menyebabkan ribuan tersangka pengedar narkoba ditembak mati. Mantan Presiden Rodrigo Duterte sendiri telah berada dalam tahanan ICC di Den Haag sejak ditangkap pada Maret 2025.