Menkominfo Jelaskan Motif Pelaku Judol Spamming Komentar di Medsos

oleh -1 Dilihat
Menkominfo Jelaskan Motif Pelaku Judol Spamming Komentar di Medsos

KabarDermayu.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan modus operandi pelaku judi online (judol) dalam menyebarkan konten promosi melalui kolom komentar di berbagai akun media sosial. Menurutnya, pelaku secara aktif memantau pergerakan di jagat maya secara langsung.

Meutya menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Komunikasi dan Digital, penyebaran spam ini dilakukan menggunakan sistem yang mampu mendeteksi aktivitas media sosial secara real-time. Sistem tersebut akan terus memantau hingga mendapati adanya lonjakan interaksi pada sebuah akun.

Setelah lonjakan interaksi terdeteksi, pelaku kemudian akan segera mengirimkan komentar yang berisi promosi judi online ke akun yang bersangkutan. Hal ini dilakukan secara masif dan terorganisir.

Lebih lanjut, Meutya menyatakan bahwa pelaku mampu mengirimkan ribuan komentar secara otomatis. Ini dimungkinkan berkat penggunaan akun-akun yang dioperasikan oleh mesin atau bot, yang membuat penyebarannya sangat cepat dan luas.

Ia menilai bahwa pola serangan yang semakin terorganisir dan memanfaatkan teknologi canggih ini menunjukkan bahwa penanganan spam komentar judi online tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Oleh karena itu, Meutya menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga. Dukungan dari perusahaan platform digital juga sangat krusial untuk memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyebaran konten judi online di ruang digital.

“Ini memerlukan kerja sama lintas lembaga dan tidak hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta dalam hal ini platform untuk menangani persoalan tersebut,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta pada Selasa, 30 Juni 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Meutya memaparkan temuan mengenai akun-akun yang paling sering menjadi sasaran spam komentar judi online. Ternyata, target utama pelaku bergeser ke akun-akun influencer daerah yang memiliki tingkat interaksi tinggi.

“Target utama (spam komentar judol) bergeser teman-teman sekalian. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement (interaksi) tinggi,” katanya.

Meutya merinci data temuan spam komentar judi online. Sebanyak 52 persen komentar terdeteksi pada akun influencer daerah. Angka ini diikuti oleh 31 persen pada akun instansi pemerintah, 12 persen pada akun media massa, dan sisanya lima persen ditemukan pada akun tokoh publik serta politisi.