Menlu: Prabowo Penuhi Undangan Macron yang Tertunda

oleh -3 Dilihat
Menlu: Prabowo Penuhi Undangan Macron yang Tertunda

KabarDermayu.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan bahwa kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis yang berlangsung pekan ini, bertepatan dengan Hari Idul Adha, merupakan pemenuhan atas undangan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sempat tertunda.

Menurut Sugiono, undangan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Macron saat menyambut kunjungan Prabowo sebelumnya di Paris bulan lalu. Usulan waktu kunjungan baru kemudian diajukan oleh Presiden Macron pada akhir Mei.

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa Presiden Macron sempat mengusulkan beberapa pilihan tanggal lain untuk kunjungan kenegaraan tersebut. Namun, karena undangan itu telah diajukan dua kali, Presiden Prabowo memutuskan untuk memenuhinya sebagai balasan atas kunjungan Presiden Macron ke Indonesia.

Baca juga: 4 Pelatih Pengganti Mauricio Souza Persija, Termasuk Shin Tae-yong

Sebelumnya, pada 22 April di Jakarta, Menlu RI telah mengumumkan bahwa Presiden Prabowo akan kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Langkah ini merupakan bagian dari upaya konkret untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.

Presiden Prabowo sendiri telah melakukan kunjungan ke Paris pada 14 April lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Fokus utama pertemuan April itu adalah untuk membahas penguatan hubungan bilateral serta peningkatan kerja sama di berbagai sektor yang dianggap perlu untuk diintensifkan lebih lanjut.

Salah satu area kerja sama yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut adalah sektor industri pertahanan. Hal ini relevan mengingat Indonesia merupakan pembeli alat utama sistem senjata (alutsista) dari Prancis.

Selain itu, pembahasan juga merambah pada penguatan kerja sama di bidang pendidikan. Secara spesifik, fokus diberikan pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Tujuannya adalah untuk mendukung proses transfer teknologi dan meningkatkan penguasaan teknologi atas alutsista yang telah dimiliki Indonesia.

Perlu dicatat bahwa sebelum kunjungan pada April dan Mei ini, Presiden Prabowo telah melakukan dua kunjungan sebelumnya ke Prancis. Kunjungan pertama terjadi pada 14 Juli 2025, di mana ia menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis (Bastille Day). Kunjungan kedua dilaksanakan pada 23 Januari 2026, dengan agenda memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis.