KabarDermayu.com – Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali melanda industri makanan dan minuman global. Raksasa makanan asal Swiss, Nestlé, dikabarkan akan melakukan pemangkasan ratusan tenaga kerja di beberapa negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, dan Spanyol.
Perusahaan yang memproduksi merek-merek terkenal seperti KitKat, Aero, Yorkie, dan Polo ini sebelumnya telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengurangi 16.000 posisi secara global. Keputusan ini diumumkan pada Oktober tahun lalu sebagai bagian dari strategi efisiensi bisnis jangka panjang.
Di Inggris, serikat pekerja GMB menginformasikan bahwa Nestlé berencana memangkas sekitar 450 pekerjaan dari berbagai lokasi operasionalnya. Dua lokasi utama perusahaan berada di York dan Gatwick, ditambah beberapa pabrik lain yang tersebar di berbagai wilayah.
Pabrik Nestlé di Haxby Road, York, mempekerjakan sekitar 2.000 orang dan merupakan pusat produksi untuk berbagai produk cokelat serta permen ternama. Senior organiser GMB North East, Deanne Ferguson, menyatakan bahwa dampak PHK di York akan sangat signifikan, dengan sedikitnya 120 pekerja yang terdampak.
Ia menekankan bahwa pabrik tersebut bukan sekadar tempat kerja, melainkan telah menjadi bagian dari sejarah banyak keluarga selama beberapa generasi. “Kami memiliki orang-orang yang ayahnya, kakeknya, anak laki-lakinya, hingga anak perempuannya bekerja di lokasi ini,” ujarnya, seperti dikutip dari BBC, Jumat, 24 April 2026.
Deanne Ferguson menambahkan bahwa para pekerja Nestlé yang telah memproduksi berbagai makanan favorit masyarakat Inggris selama bertahun-tahun menghadapi ketidakpastian kerja. Serikat pekerja akan terus berkoordinasi dengan anggota dan perusahaan untuk meminimalkan dampak dari PHK ini.
Sementara itu, pihak Nestlé menyatakan bahwa proses masih berlangsung dan perusahaan akan memprioritaskan komunikasi dengan para pekerja yang terdampak. Perusahaan juga menegaskan bahwa setiap perubahan akan disampaikan terlebih dahulu kepada pihak yang terdampak langsung.
“Setiap perubahan yang diusulkan akan selalu terlebih dahulu disampaikan kepada mereka yang terdampak dan kami belum memiliki pembaruan lebih lanjut saat ini.”
Tidak hanya di Inggris, Nestlé juga berpotensi memangkas sekitar 180 pekerjaan di Prancis. Sebagian besar posisi yang terdampak berasal dari divisi pendukung operasional serta riset dan pengembangan (R&D).
Langkah ini merupakan bagian dari rencana PHK yang lebih luas yang telah diumumkan sejak Oktober lalu. Meskipun demikian, secara bisnis, Nestlé justru mencatat hasil kuartal pertama yang melampaui ekspektasi pasar.
Perusahaan tetap mempertahankan proyeksi tahunannya meskipun menghadapi dampak perang Iran yang memicu risiko kenaikan biaya energi dan logistik. Selain itu, Nestlé juga masih berupaya memperbaiki performa bisnisnya di pasar China yang dinilai cukup menantang.
Di Spanyol, situasi serupa juga terjadi. Nestlé dilaporkan akan melakukan PHK terhadap hingga 301 karyawan atau lebih dari 7 persen total tenaga kerjanya yang mencapai lebih dari 4.000 orang.
Pemangkasan ini akan berdampak pada kantor pusat, tim penjualan, pusat distribusi, serta enam fasilitas produksi yang tersebar di Pontecesures, Sebares, La Penilla, Miajadas, Reus, dan Girona.
Perusahaan menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari “rencana transformasi operasional” untuk menghadapi kenaikan biaya operasional, perubahan kebiasaan konsumen, serta pertumbuhan merek private label di sektor konsumsi massal.
Nestlé juga menjelaskan bahwa PHK dilakukan agar perusahaan dapat menjadi lebih efisien melalui otomatisasi dan digitalisasi.
Serikat pekerja di Spanyol, termasuk CCOO, UGT, dan CSIF, menolak keras rencana tersebut. Mereka menilai PHK itu tidak dapat dibenarkan mengingat kondisi keuangan perusahaan masih sangat kuat.
Baca juga: Lavani Dominasi Final Four Proliga 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
Serikat pekerja menilai para karyawan tidak seharusnya menanggung beban utama dari keputusan korporasi yang didorong oleh pertimbangan finansial semata. Proses negosiasi dengan perwakilan pekerja dijadwalkan dimulai pada 6 Mei mendatang.





