KabarDermayu.com – PT Pegadaian terus berupaya memperluas jangkauan layanannya dengan memperkuat transformasi digitalnya, sejalan dengan jaringan fisik yang sudah sangat luas. Perusahaan ini memiliki lebih dari 4.030 gerai di seluruh Indonesia dan kini menjadikan digitalisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan jangkauan layanan serta literasi keuangan masyarakat.
Selfie Dewiyanti, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan keberadaan gerai fisiknya. Pegadaian kini juga aktif memperkuat ekosistem digitalnya melalui berbagai kolaborasi, termasuk dengan institusi perbankan.
Strategi ini dirancang untuk meningkatkan jumlah nasabah baru sekaligus menyebarkan edukasi keuangan secara lebih luas. Menurut Selfie, platform digital yang dimiliki Pegadaian, yaitu Tring!, memegang peranan penting sebagai fondasi dalam menjangkau lebih banyak pengguna. Aplikasi ini bahkan ditargetkan menjadi tulang punggung operasional digital perusahaan.
“Jika kita hanya mengandalkan outlet, memang jumlahnya sudah banyak, lebih dari 4.030. Namun, dengan adanya platform digital, kita menyiapkan fondasi yang kuat untuk literasi keuangan yang lebih masif,” ujar Selfie saat ditemui di Jakarta pada Minggu, 26 April 2026.
Ia menekankan bahwa Pegadaian berupaya maksimal memanfaatkan kanal digital untuk mengakuisisi nasabah sebanyak mungkin. Upaya ekspansi nasabah ini sejalan dengan langkah literasi dan edukasi yang terus digalakkan kepada masyarakat luas.
Yos Iman Jaya Dappu, Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, menambahkan pentingnya menghadirkan aplikasi yang relevan bagi semua generasi pengguna, mulai dari Baby Boomer, Milenial, hingga Gen Z. Pihaknya memahami bahwa pengguna menginginkan aplikasi investasi emas yang mudah digunakan.
“Yang paling krusial adalah bagaimana membuat aplikasi itu relevan. Relevan berarti berguna dan dapat dipakai oleh semua generasi. Semua orang menginginkan aplikasi yang mudah, cepat, dan nyaman. Itulah inti dari TRING,” jelasnya.
Lebih lanjut, A. M. Putranto, Komisaris Utama Pegadaian, menegaskan bahwa transformasi yang dilakukan perusahaan bertujuan agar layanan Pegadaian menjadi lebih inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga ke pasar internasional. Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan peluang investasi emas sebagai instrumen keuangan yang aman dan berkelanjutan.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mulai berinvestasi emas, baik untuk kebutuhan saat ini maupun untuk masa depan,” katanya.
Selain upaya ekspansi, Selfie kembali menekankan bahwa investasi emas tetap menjadi fokus utama. Hal ini dikarenakan emas dinilai sebagai instrumen yang sangat relevan untuk jangka panjang sekaligus mampu mendukung perekonomian domestik. Emas tidak hanya berfungsi sebagai tabungan, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai aset produktif.
Baca juga di sini: Jajaran Direksi Baru BEI Terpilih, OJK Sebut Paling Lambat 22 Juni
“Emas itu bukan hanya bisa ditabung, tapi juga bisa digadaikan. Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, ketika masyarakat butuh likuiditas, emas bisa menjadi aset produktif yang bisa dicairkan,” pungkasnya.





