Peretas Iran Curi Data Orang Dekat Netanyahu, Bocoran Dokumennya Mengejutkan

oleh -5 Dilihat
Peretas Iran Curi Data Orang Dekat Netanyahu, Bocoran Dokumennya Mengejutkan

KabarDermayu.com – Kelompok peretas asal Iran, Handala, mengklaim telah berhasil meretas sistem milik Samuel Shay, seorang tokoh kunci di balik kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Maret lalu. Shay juga dikenal sebagai perancang utama Kesepakatan Abraham, sebuah perjanjian diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat untuk menormalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab.

Handala menyatakan bahwa mereka telah membongkar jaringan rahasia milik Shay, termasuk komunikasi dan jaringan yang dimilikinya. Kelompok peretas ini mengklaim bahwa Shay berperan penting sebagai koordinator dalam berbagai pengaturan rahasia antara Israel dan negara-negara Teluk Persia.

Lebih lanjut, mereka menyebut Shay sebagai fasilitator utama dalam hubungan ekonomi, politik, dan keamanan yang terjalin secara diam-diam antara Tel Aviv dan Abu Dhabi. Informasi ini dilaporkan oleh laman presstv.ir pada Jumat, 15 Mei 2026.

Menurut Handala, Shay melalui berbagai entitas, termasuk Gulf Technology Systems, telah membangun jaringan proyek yang luas. Jaringan ini mencakup bidang teknologi, energi, investasi, pertanian, hingga infrastruktur strategis yang melibatkan Israel, UEA, dan negara-negara Arab lainnya.

Baca juga: Kepala Lapas Cipinang Angkat Bicara soal Napi Pengendali Narkoba di B Fashion Hotel

Kelompok peretas tersebut berpendapat bahwa jaringan ini merepresentasikan praktik korupsi, pencucian uang, serta transfer teknologi keamanan Israel yang digunakan untuk menekan masyarakat di kawasan. Mereka juga menuding adanya pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina melalui jaringan tersebut.

Handala mengklaim bahwa seluruh kontrak rahasia, transfer keuangan, pelatihan pasukan keamanan, hingga dugaan spionase ekonomi dan intelijen terhadap Poros Perlawanan berada di bawah pengawasan langsung Shay dan timnya.

Dokumen yang dirilis oleh Handala juga menunjukkan keterlibatan Shay dalam pembekuan aset Hezbollah. Selain itu, terdapat pula bukti upaya pelemahan kelompok perlawanan di Lebanon yang terdokumentasi sepenuhnya.

Lebih mengejutkan lagi, Handala mengklaim file yang mereka publikasikan memperlihatkan bahwa Samuel Shay pernah memperkenalkan Jeffrey Epstein kepada seorang pebisnis Emirat, Sultan Ahmed bin Sulayem. Mereka menuding hubungan ini kemudian menyeret sejumlah tokoh UEA ke dalam jaringan Epstein.

Kelompok peretas ini juga menuduh badan intelijen Israel, Mossad, memanfaatkan jalur ini untuk menekan pihak-pihak tertentu agar patuh terhadap agenda mereka.

Handala menyatakan telah merilis 265 halaman berisi komunikasi Shay, mitra keuangannya, serta kontak rahasianya melalui situs web mereka. Data intelijen keuangan terkait jaringan ini juga diklaim telah dibagikan kepada negara-negara yang bersimpati pada kelompok perlawanan.

Dalam pesannya kepada masyarakat di Amerika Serikat dan Eropa, Handala menyatakan, “Kebenaran tidak seperti yang selama ini digambarkan lewat pengeluaran besar-besaran, media korup, dan proyek-proyek bersama.”

Mereka menuding Epstein dan pihak-pihak lain telah menghabiskan miliaran dolar untuk menampilkan agen-agen regional sebagai sosok terhormat dan simbol kemakmuran. Padahal, menurut Handala, dana tersebut justru membawa kemiskinan, korupsi, penindasan, dan pengkhianatan di tanah Muslim.