KabarDermayu.com – PT Pertamina (Persero) berhasil meraih peringkat ketiga dalam daftar bergengsi Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026. Pencapaian ini menegaskan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah lanskap energi global yang terus berubah.
Di tengah tantangan dan kompleksitas yang dihadapi sektor energi, posisi ketiga ini menjadi sumber motivasi bagi Pertamina. Perusahaan bertekad untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat keandalan operasional, serta memastikan pasokan energi yang stabil di seluruh penjuru Indonesia.
Bagi Pertamina, pengakuan di kancah regional ini merupakan bagian penting dari perjalanan perusahaan. Hal ini menunjukkan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat dan negara. Pengakuan ini juga menjadi bukti nyata upaya berkelanjutan perusahaan.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menerima apresiasi ini secara langsung. Acara penyerahan penghargaan bertajuk Executive Dinner dan Penyerahan Awards Fortune Southeast Asia 500 ini diselenggarakan di East Ballroom The Langham, Sudirman Central Business District (SCBD), Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Oki Muraza menjelaskan bahwa sebagai perusahaan energi terintegrasi di Indonesia, Pertamina mengemban amanah ganda. Perusahaan berperan sebagai pilar ketahanan energi nasional sekaligus menjadi garda terdepan dalam transisi energi. Hal ini menjadi fokus utama dalam strategi perusahaan.
Pertamina menjalankan strategi pertumbuhan ganda yang inovatif. Strategi ini mencakup dua pilar utama: memaksimalkan bisnis yang sudah ada (existing business) dan membangun bisnis baru yang berorientasi pada energi rendah karbon. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan ketahanan energi dan transisi energi berjalan seiring dan saling mendukung.
Lebih lanjut, Oki menekankan pentingnya prinsip 4A dan 1S dalam memastikan pasokan energi, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM). Prinsip tersebut meliputi Availability (Ketersediaan), Accessibility (Kemudahan Akses), Affordability (Keterjangkauan Harga), dan Acceptability (Penerimaan/Kualitas). Keempat aspek ini dilengkapi dengan prinsip Sustainability (Keberlanjutan) untuk menjamin pasokan energi jangka panjang.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa peringkat yang diraih ini merupakan bentuk kepercayaan publik. Kepercayaan ini harus dibalas dengan peningkatan kinerja dan pelayanan yang semakin prima.
“Peringkat ini kami maknai sebagai amanah untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperkuat kontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional. Semakin besar kepercayaan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab kami untuk memastikan energi tersedia, terjangkau, dan dapat diandalkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Baron.
Menurut Baron, pengakuan ini menjadi pendorong kuat bagi Pertamina. Perusahaan harus terus beradaptasi dengan perubahan lanskap energi global yang dinamis. Selain itu, pengakuan ini juga memperkuat peran Pertamina dalam mendukung pembangunan nasional secara keseluruhan.
“Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan kinerja, dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Fokus kami tetap sama, yaitu memastikan kebutuhan energi nasional dapat terpenuhi secara aman, andal, dan berkelanjutan,” tutup Baron.





