KabarDermayu.com – Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Prancis saat ini berada pada level yang sangat baik. Pernyataan ini disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Elysee, Paris. Ini merupakan pertemuan ketiga mereka dalam kurun waktu setahun terakhir, menandakan intensitas komunikasi antar kedua pemimpin.
Prabowo Subianto mengungkapkan apresiasinya terhadap kualitas hubungan bilateral kedua negara. Ia menilai bahwa kemitraan ini telah mencapai titik optimal, didukung oleh kesamaan pandangan dalam berbagai isu internasional.
Presiden Prabowo secara khusus menyoroti peran Presiden Macron dalam memperkuat hubungan kedua negara. Dukungan langsung dari Presiden Prancis dinilai menjadi faktor kunci dalam pencapaian positif ini. Hubungan yang harmonis ini tercermin dalam berbagai bidang kerja sama.
Secara spesifik, kerja sama di sektor pertahanan antara Indonesia dan Prancis dilaporkan berjalan sangat lancar. Selain itu, bidang sains dan teknologi juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Di sektor pendidikan, Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kolaborasi dengan Prancis.
Sebagai langkah konkret dalam memperkuat hubungan pendidikan dan budaya, Presiden Prabowo telah mengeluarkan instruksi agar bahasa Prancis dimasukkan dalam kurikulum sekolah di Indonesia. Hal ini dipandang sebagai investasi strategis untuk menghadapi dinamika global di masa depan.
Lebih lanjut, Prabowo Subianto memberikan pujian atas kepemimpinan Presiden Macron di panggung internasional. Ia mengapresiasi ketegasan dan konsistensi Presiden Prancis dalam memegang teguh prinsip-prinsip yang dianut oleh Republik Prancis.
Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Prancis kepada dirinya dan delegasi Indonesia selama kunjungan di Paris. Kehangatan penerimaan ini semakin memperkokoh ikatan persahabatan antar kedua negara.
Momen kunjungan kali ini menambah catatan sejarah pertemuan Prabowo dengan Macron, di mana keduanya telah bertemu sebanyak tiga kali dalam tahun berjalan. Selain itu, Indonesia juga pernah mendapatkan kehormatan untuk berpartisipasi dalam Parade Militer Hari Nasional Prancis, yang dikenal sebagai Bastille Day, pada 14 Juli tahun lalu.
Partisipasi Indonesia dalam parade tersebut dianggap sebagai sebuah kehormatan besar. Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia mungkin menjadi negara Asia pertama yang mendapatkan kesempatan untuk berdefile di benua Eropa dalam acara sepenting itu.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Istana Elysee pada hari Kamis, sekitar pukul 15.40 waktu setempat atau 20.40 WIB. Ia disambut langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron beserta istrinya, Brigitte Macron. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari undangan Presiden Macron yang sempat tertunda.
Baca juga: Momen Pembagian Daging Kurban: Kebahagiaan Warga
Undangan ini sebelumnya diberikan saat Prabowo melakukan kunjungan terakhirnya di Paris bulan lalu. Pertemuan kali ini menegaskan kembali kedekatan dan komitmen kedua negara untuk terus mempererat hubungan bilateral di berbagai sektor.





