KabarDermayu.com – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membantah adanya penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Italia.
Moeldoko menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dengan berbagai negara, termasuk Italia, terjalin sangat baik. Ia menyatakan tidak ada istilah penolakan dalam kunjungan kenegaraan Presiden.
“Saya rasa tidak ada istilah ditolak. Presiden kita memiliki hubungan bilateral yang sangat baik dengan banyak negara dan selalu diterima dengan baik,” ujar Moeldoko di Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Lebih lanjut, Moeldoko menjelaskan bahwa setiap kunjungan Presiden ke luar negeri selalu direncanakan jauh hari sebelumnya. Hal ini memastikan bahwa kunjungan tersebut tidak dilakukan secara mendadak.
Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp 17.958/Dolar, BI Buka Suara
“Kunjungan presiden ke negara-negara lain itu sudah direncanakan setidaknya seminggu sebelumnya, bahkan bisa sebulan sebelumnya. Tidak mungkin dilakukan secara tiba-tiba,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, sempat menyatakan bahwa tidak ada rencana resmi kunjungan Prabowo Subianto ke Italia setelah kunjungannya ke Prancis.
Qodari menambahkan bahwa Istana Kepresidenan secara resmi hanya mengumumkan kunjungan ke Prancis, bukan ke Italia.
“Jika ada rencana untuk mengunjungi tujuan lain dalam perjalanan, itu sebatas rencana sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah,” ungkap Qodari dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, pada Minggu, 31 Mei 2026.





